PAMA Indo dan LPB PAMA Bessai Berinta Tingkatkan Kualitas dan Akses Pasar Petani Jahe Merah Desa Suka Rahmat
Kutai Timur, TAMBANG - PT Pamapersada Nusantara Jobsite INDO (PAMA INDO) bersama Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Bessai Berinta terus mendorong penguatan kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui pengembangan komoditas jahe merah di Desa Suka Rahmat, Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Standard Operating Procedure (SOP) Budidaya, Panen, dan Pascapanen Jahe Merah yang dilaksanakan di Balai Kebun Polmas 1.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PAMA INDO dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat melalui pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kemampuan teknis petani, program juga diarahkan untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus membuka akses pasar bagi produk jahe merah dari Desa Suka Rahmat.
Sebanyak 10 petani mengikuti pelatihan yang memadukan pembelajaran teori dengan praktik lapangan. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai tahapan budidaya jahe merah, mulai dari teknik penanaman, pemeliharaan, panen, hingga penanganan pascapanen agar kualitas hasil produksi tetap terjaga.
Kegiatan dibuka oleh CSR PT Pamapersada Nusantara, Sandi Chrisma Wardana. Ia menekankan bahwa penerapan SOP menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan produk pertanian yang konsisten dan berkualitas.
“Penerapan SOP sangat penting agar hasil panen tetap terjaga kualitas dan kuantitasnya. Harapannya, peningkatan produktivitas dapat berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan petani, khususnya Kelompok Tani Polmas Desa Suka Rahmat,” ujar Sandi dalam keterangannya, dilansir Rabu (19/8).

Sementara, Koordinator LPB Pama Bessai Berinta, Rifki Maulana, mengatakan pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan teknis petani, tetapi juga membangun pola usaha tani yang lebih terarah dan memiliki peluang pengembangan pasar.
Pelatihan menghadirkan Hartanto, praktisi sekaligus Penyuluh Swadaya Pertanian dan Kehutanan asal Tapin, sebagai fasilitator. Pada hari pertama, peserta melakukan praktik langsung di lahan demplot milik petani yang telah memasuki musim tanam pertama.
Materi kemudian dilanjutkan pada hari kedua dengan pembahasan teknik penyimpanan benih serta penanganan penyakit Fusarium Wilt, salah satu penyakit yang dapat menyerang tanaman jahe merah.
Tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi, PAMA INDO dan LPB Pama Bessai Berinta juga mendorong petani untuk mulai membangun akses pasar. Salah satunya melalui kegiatan temu pasar yang melibatkan perwakilan istri petani dengan Dapur Jamu Ibu di Bontang.
Dalam pertemuan tersebut, pemilik Dapur Jamu Ibu, Indah, menyampaikan ketertarikannya untuk menyerap hasil panen jahe merah dari petani Desa Suka Rahmat. Ketertarikan tersebut muncul setelah dilakukan uji kualitas terhadap sampel jahe merah yang dibawa oleh fasilitator LPB Pama Bessai Berinta.
Menurut Indah, jahe merah dari Desa Suka Rahmat memiliki kualitas yang baik dan berpotensi memenuhi kebutuhan bahan baku produk herbal, khususnya dari karakter warna yang lebih merah dan cita rasa pedas yang lebih kuat dibandingkan sejumlah produk dari luar daerah.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PAMA INDO dan LPB Pama Bessai Berinta terus mendorong terbentuknya ekosistem usaha tani jahe merah yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki standar kualitas dan akses pasar yang lebih baik.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri petani untuk mengembangkan usaha secara profesional dan mandiri, sekaligus menjadi bagian dari upaya PAMA INDO dalam mendorong kemandirian masyarakat pascatambang serta membangun ekosistem UMKM yang tangguh dan berkelanjutan di wilayah binaan.