PAMA Perkuat ESG dan Efisiensi Operasional untuk Keberlanjutan Bisnis
Kontraktor pertambangan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) terus mendorong penerapan operational excellence dan strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri.
Jakarta, TAMBANG – Kontraktor pertambangan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) terus mendorong penerapan operational excellence dan strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri.
Presiden Direktur PAMA, Hendra Hutahean menyampaikan bahwa keungggulan operasional menjadi kunci agar layanan jasa pertambangan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
“Pada intinya operational excellence itu bisa membuat harga jasa pertambangan yang kami tawarkan match dengan kebutuhan dari customer kami,” ujar Hendra dalam Indonesia Mining Outlook 2026 and Stakeholders Iftar Gathering di Jakarta, dikutip Senin (9/3).
Operational excellence yang menjadi pilar PAMA bertumpu pada tiga aspek utama, yakni people, business, dan teknologi. Ketiga elemen ini menjadi fondasi bagi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, serta menjaga daya saing di industri jasa pertambangan.
Untuk mendukung hal tersebut, PAMA telah merumuskan strategi melalui 10 PAMA ESG Aspirations yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Pada pilar lingkungan, perusahaan menargetkan sejumlah inisiatif seperti pengurangan emisi gas rumah kaca (GHG emission reduction), peningkatan bauran energi terbarukan (renewable energy mix), penurunan intensitas penggunaan air (water intensity reduction), serta pengelolaan limbah (waste diverting).
Menurutnya, langkah-langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan agenda keberlanjutan, tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi operasional perusahaan.
“Kalau kita bicara GHG emission dari jasa pertambangan itu tidak lain bagaimana kami menghabiskan solar fuel untuk berproduksi. Semakin rendah konsumsi solar untuk menghasilkan produksi yang sama, maka emisi GHG juga semakin rendah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa efisiensi penggunaan sumber daya akan meningkatkan produktivitas sekaligus menekan limbah yang dihasilkan dalam kegiatan operasional.
“Kalau resources yang kita gunakan rendah, otomatis limbah yang dihasilkan juga akan lebih sedikit,” jelas Hendra.
Sementara pada aspek sosial, PAMA menempatkan keselamatan kerja (safety) sebagai prioritas utama karena risiko fatality maupun lost time injury (LTI) dapat menjadi hambatan bagi keberlanjutan operasional perusahaan.
Perusahaan juga terus mendorong employee diversity, termasuk meningkatkan keterlibatan pekerja perempuan dalam operasional.
Selain itu, berbagai program community development melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga dijalankan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar wilayah tambang.
Di sisi tata kelola, PAMA menegaskan komitmennya dalam menjalankan good corporate governance (GCG), board diversity dan business model resilience.
Untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, perusahaan juga mulai melakukan diversifikasi usaha, antara lain dengan menjajaki peluang di sektor pertambangan mineral serta energi.
“Ini adalah journey bagi kami untuk menambah amunisi agar perusahaan bisa terus berlanjut ke depan. Karena kita tahu sumber daya tambang itu ada batasnya,” pungkas Hendra.