PAMA Safe School Challenge Hadir di SMKN 3 Tuban, Tanamkan Budaya K3LH Sejak Dini
Tuban, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya keselamatan, kesehatan kerja, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui dunia pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan lewat salah satu program CSR yakni PAMA Safe School Challenge di SMK Negeri 3 Tuban, Jawa Timur.
Kegiatan ini diikuti 112 siswa yang berkompetisi dalam tiga kategori lomba, yakni Safety Talk Competition sebanyak 12 peserta, Safety Poster Campaign sebanyak 40 peserta, dan Safety Quiz Battle yang diikuti 60 peserta.
Direktur PT Pamapersada Nusantara, Abdul Nasir Maksum, mengatakan PAMA Safe School merupakan bagian dari upaya perusahaan menanamkan budaya keselamatan kepada generasi muda sejak dini.
"Di PAMA, salah satu nilai utama perusahaan adalah pentingnya keselamatan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami ingin nilai-nilai itu tidak hanya diterapkan di lingkungan internal PAMA, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di dunia pendidikan," ujar Abdul Nasir kepada awak media di lokasi, Kamis (30/7).
Menurutnya, melalui program tersebut PAMA ingin membangun pola pikir siswa bahwa keselamatan bukan sekadar materi pelajaran, melainkan budaya yang harus diterapkan sejak berada di bangku sekolah hingga memasuki dunia kerja.
"Kami ingin mengajak siswa, guru, dan sekolah agar memiliki kesadaran terhadap keselamatan. Ketika nanti mereka kuliah maupun bekerja, mereka sudah memiliki mindset bahwa keselamatan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan adalah prioritas," katanya.
Program PAMA Safe School sendiri telah berjalan sekitar dua tahun. SMKN 3 Tuban menjadi sekolah percontohan yang kemudian direplikasi ke sekolah-sekolah lain di sekitar wilayah operasional anak usaha PT United Tractors Tbk (UT) tersebut.
Saat ini, sekitar 60–70 persen dari sekitar 20 area operasional PAMA telah menjalankan program serupa melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah di sekitar tambang.
"Kami meyakini membekali anak-anak sejak dini merupakan investasi yang sangat baik. Kalau nanti mereka menjadi karyawan PAMA ataupun perusahaan lain, mereka sudah memiliki budaya kerja yang mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan," tambah Abdul Nasir.
Selain menggelar kompetisi, program PAMA Safe School juga mencakup berbagai kegiatan edukasi mengenai keselamatan, peningkatan kapasitas guru dan siswa, hingga program lingkungan seperti pengolahan kompos dan pengelolaan sampah.
Abdul Nasir menegaskan kerja sama tersebut akan terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi sekolah dan masyarakat.
"Kami akan menjaga program ini secara konsisten. Harapannya semua memiliki pola pikir yang sama mengenai pentingnya keselamatan, kesehatan, dan menjaga lingkungan hidup," ujarnya.
Budaya Safety Menjadi Identitas Sekolah
Kepala SMKN 3 Tuban, Sholahuddin, menyambut baik penyelenggaraan PAMA Safe School Challenge. Menurutnya, budaya keselamatan memang telah menjadi bagian dari identitas sekolah.
"Sejak awal kami memang berkomitmen membangun sekolah yang mengedepankan budaya keselamatan. Safety bukan sekadar jargon, tetapi benar-benar menjadi budaya yang diterapkan dalam seluruh aktivitas di sekolah," katanya.
Ia menjelaskan dukungan PAMA selama dua tahun terakhir membuat pengembangan budaya K3 dan lingkungan di sekolah semakin terarah. Selain pembinaan budaya keselamatan, PAMA juga mendukung berbagai inovasi lingkungan, termasuk pengembangan gerobak sampah bertenaga listrik dan program pengolahan kompos yang dikelola siswa.
Sholahuddin mengungkapkan sekolahnya berhasil meraih predikat Adiwiyata Mandiri, dan kini tengah mempersiapkan diri menuju Adiwiyata ASEAN.
"Harapan kami tentu sinergi dengan PT PAMA terus berlanjut. Anak-anak benar-benar merasakan manfaatnya dan memahami bahwa keselamatan serta kepedulian terhadap lingkungan harus diterapkan sejak dini," ujarnya.
Ia menambahkan, sekolahnya juga telah dua kali menjadi lokasi benchmarking bagi sekolah-sekolah binaan PAMA dari Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan budaya keselamatan dan lingkungan.
Latihan Dua Pekan Berbuah Juara
Salah satu peserta, Rondiah Indah Juwita, siswi kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMKN 3 Tuban, berhasil meraih Juara 1 Safety Talk Competition.
Juwita mengaku tidak menyangka bisa menjadi juara setelah menjalani persiapan selama sekitar dua pekan.
"Saya senang sekali dan benar-benar tidak menyangka bisa meraih Juara 1. Kami berlatih setiap hari agar penyampaian materi lebih lancar dan benar-benar memahami materi yang akan disampaikan," katanya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi PAMA terhadap sekolahnya. "Kontribusi PAMA sangat baik. Kami senang bisa berkolaborasi dengan PAMA karena sudah banyak membantu sekolah kami, baik melalui program pembinaan maupun kegiatan seperti lomba hari ini," ujarnya.
Melalui PAMA Safe School Challenge, perusahaan berharap budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) tidak hanya tumbuh di lingkungan industri, tetapi juga menjadi karakter generasi muda Indonesia sejak berada di bangku sekolah.