Beranda Korporasi Pasca Melantai di BEI, Laba RMKO Melesat Hingga 150,9% di Semester I...

Pasca Melantai di BEI, Laba RMKO Melesat Hingga 150,9% di Semester I 2023

Dok:Istimewa

Jakarta, TAMBANG – Setelah sukses mencatatkan namanya di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir Juli lalu, PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO IJ) berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp134,4 miliar atau meningkat secara signifikan sebesar 113,9% YoY hingga semester I 2023.

Pertumbuhan pendapatan usaha tersebut berasal dari pertumbuhan pendapatan segmen jasa pertambangan dan penyewaan alat berat yang masing-masing memiliki kontribusi sebesar 76,0% dan 24,0%.

Direktur Operasional Perseroan, William Saputra menyampaikan kinerja operasional Perseroan pada semester pertama tahun ini masih tumbuh dengan baik di tengah tantangan normalisasi harga dan cuaca yang kurang mendukung. Secara rata-rata, Perseroan telah mencapai ±40% target operasional tahun 2023 pada semester pertama tahun ini.

“Sejatinya, pencapaian tersebut masih dapat dioptimalkan dan sesuai ekspektasi kami jika cuaca cukup mendukung pada semester pertama tahun ini. Hal tersebut juga menjadi tantangan pada penyelesaian hauling road sepanjang 39 km. Namun, kami tetap optimis dengan kondisi cuaca yang jauh lebih baik pada semester selanjutnya, Perseroan dapat menggenjot produksi batubara dan menyelesaikan proyek hauling road serta mencapai target tahun ini,” kata William dalam keterangan tertulis, Senin (21/8).

Direktur Keuangan Perseroan, Nathania Saputra juga menyampaikan total penggunaan capex hingga Juni 2023 sebesar Rp109,7 miliar atau telah tercapai sebesar ±70% dari capex yang dianggarkan tahun ini. Dengan penggunaan capex tersebut dapat mendukung Perseroan untuk meningkatkan volume batubara secara signifikan dan meningkatkan pendapatan usaha.

“Pada tahun ini kami menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp363,1 miliar dan laba bersih sebesar Rp41,6 miliar dengan meningkatnya produksi batubara dari tambang in-house TBBE milik RMKE. Perseroan telah mencapai target pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 37,0% dan 39,3% dari target tahun ini hingga Juni 2023,” tambah Nathania.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perseroan, Vincent Saputra juga menambahkan pihaknya bersyukur lantaran Perseroan masih dapat membukukan kinerja keuangan yang sangat baik dan masih bertumbuh pada semester pertama tahun ini.

“Ke depannya, Manajemen Perseroan masih optimis untuk mencapai target tahun ini dengan volume batubara yang jauh lebih besar pada semester kedua tahun 2023. Dengan suksesnya proses IPO RMKO pada 31 Juli 2023 lalu, mendukung Perseroan untuk dapat mengoptimalkan penggunaan dana IPO pada kegiatan operasionalnya.”

Berdasarkan laporan keuangan in-house Juni 2023, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha dari segmen jasa pertambangan sebesar Rp102,2 miliar atau meningkat sebesar 121,1% YoY. Kenaikan pendapatan tersebut didukung oleh kenaikan volume OB removal yang meningkat sebesar 56,6% YoY menjadi 1,4 juta Bcm.

Selain peningkatan OB removal, jumlah produksi batubara dan muatan Train Loading System (TLS) juga meningkat masing-masing sebesar 45,7% YoY dan 40,2% YoY. Selain itu, Perseroan juga berhasil mencatatkan pendapatan usaha dari segmen jasa penyewaan alat berat pertambangan sebesar Rp32,2 miliar atau meningkat sebesar 94,1% YoY.

Perseroan selalu mengoptimalkan biaya dengan efisiensi penggunaan bahan bakar pada kegiatan operasionalnya. Hingga periode Juni 2023 Perseroan telah menggunakan bahan bakar sebesar 624,5 ribu liter, atau meningkat sebesar 16,9% YoY seiring pertumbuhan volume muatan kereta dengan TLS. Namun, Perseroan dapat mengurangi rasio penggunaan bahan bakar per MT batubara yang dimuat dengan TLS dari 1,18 liter/MT pada tahun lalu menjadi 0,98 liter/MT pada tahun ini atau lebih efisien sebesar 16,6% YoY. 

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha dan optimalisasi biaya operasional, Perseroan juga berhasil mencatatkan laba bersih usaha sebesar Rp16,2 miliar atau meningkat sebesar 150,9% YoY pada semester pertama tahun 2023.

Aset Perseroan tumbuh sebesar 88,7% pada Juni 2023 karena peningkatan aset alat berat pertambangan yang sebagian besar dibiayai dari aktivitas pendanaan. Hal ini menyebabkan liabilitas Perseroan meningkat sebesar 164,6% pada periode yang sama menjadi Rp303,6 miliar. Untuk memastikan keberlangsungan usaha dengan penerapan tata kelola yang baik, Perseroan selalu berupaya menjaga rasio keuangan sesuai dengan ketentuan kredit.

Hingga Juni 2023, Perseroan telah memenuhi semua ketentuan rasio keuangan kredit dengan rasio DER dan EBITDA Perseroan masing-masing mencapai 2,3 kali dan 9,8 kali. Selain itu, seiring dengan peningkatan laba bersih usaha, modal Perseroan juga meningkat sebesar 13,9% pada periode yang sama.