Pasokan Energi Diprioritaskan Dalam Pembangunan Kawasan Industri

Pasokan Energi Diprioritaskan Dalam Pembangunan Kawasan Industri

Jakarta – TAMBANG. Kawasan Industri Sei Mangkei, di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, merupakan Kawasan Ekonomi Khusus pertama di Indonesia. Namun sayangnya, proyek sulung itu gagasan pemerintah itu belum juga mempunyai pasokan energi. Padahal berdasarkan pengalaman, pasokan energi menentukan keberlangsungan industri.

“Maka itu kita tidak mau terulang lagi, sekarang kita bikin kawasan industri pertama kali itu harus tahu sumber energinya dari mana,” ujar I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Wilayah I Pengembangan Wilayah Industri Kementrian Perindustrian, di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (8/4).

Putu melanjutkan, tahun ini pihaknya mencoba membantu untuk melengkapi beberapa infrastruktur sesuai dengan amanat undang-undang. Sedangkan untuk energi, akan ada upaya dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III sebagai pengelola, bersama PT Pertamina (Persero). Rencananya, akan ada pipa gas yang dibuat di situ.

Pada tanggal 24 Maret 2015 silam, PTPN III dan Pertamina telah bersinergi untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) dengan kapasitas 250 MW di Sei Mangkei. Pembangunan ini sebagai salah satu upaya kedua perusahaan untuk mencukupi kebutuhan listrik bagi industri di kawasan ekonomi khusus tersebut.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, mengatakan kerjasama ini merupakan perwujudan dari sinergi BUMN untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan infrastruktur kelistrikan nasional, yang ditargetkan mencapai 35.000 MW hingga 2019. Khusus bagi kawasan Sumatera Utara, kesepakatan kedua perusahaan untuk bermitra sebagai pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer / IPP) akan membantu mengurangi defisit pasokan listrik, yang pada akhirnya akan menyokong kegiatan perekonomian di wilayah tersebut.

“Melalui kerjasama ini, Pertamina dan PTPN III telah menunjukkan diri untuk ikut berperan dalam program pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan pemerintah, khususnya di Sumatera bagian Utara. Ini diharapkan membantu mengurangi defisit kelistrikan di wilayah tersebut,” ujarnya.

Dwi mengharapkan, proyek ini akan berjalan dengan baik dan memenuhi target beroperasi pada pertengahan tahun 2017 untuk tahap 1 (open cycle) dan pada 2018 untuk tahap 2 (combined cycle).

Artikel Terkait

Kebut 1 Juta Pelanggan di 2028, KSP Ikut Tuntaskan Hambatan Perizinan dan Percepat Pengoperasian Jargas Rumah Tangga

Kebut 1 Juta Pelanggan di 2028, KSP Ikut Tuntaskan Hambatan Perizinan dan Percepat Pengoperasian Jargas Rumah Tangga

Jakarta,TAMBANG,- Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, meninjau langsung kesiapan pengoperasian Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga (Jargas) yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Jumat (18/9). Kunjungan dilakukan di lokasi Metering Regulating Station (MRS) Jargas dan dilanjutkan dengan

By Egenius Soda
Pertamina NRE Dorong Waste-to-Value melalui Proyek Decentralized Waste Management di Kota Bandung

Pertamina NRE Dorong Waste-to-Value melalui Proyek Decentralized Waste Management di Kota Bandung

Jakarta,TAMBANG,- Satu lagi terobosan yang dilakukan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE). Kali ini perusahaan memperkuat komitmennya terhadap ekonomi sirkular melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Danantara, Jakarta, terkait pengembangan proyek percontohan Decentralized Waste Management (DWM) Kota Bandung pada Senin, (14/9). Proyek ini menjadi langkah awal

By Egenius Soda