Beranda Korporasi Pecah Rekor, Freeport Gelar Konser Musik di Kedalaman 1.220 Meter Bawah Tanah

Pecah Rekor, Freeport Gelar Konser Musik di Kedalaman 1.220 Meter Bawah Tanah

Jakarta, TAMBANG – Tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Setelah mencatatkan Mesjid dan Gereja di lokasi terdalam 1.700 meter di bawah permukaan tanah dalam, kini perusahaan tambang emas ini memecahkan rekor MURI lagi dengan mengadakan konser musik di kedalaman 1.220 meter bawah tanah.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas menerima penghargaan MURI tersebut pada Kamis, 7 April 2022 yang diserahkan langsung oleh Bapak Ngadri, Direktur Operasional MURI pada acara perayaan HUT PTFI bersama karyawan tambang bawah tanah.

“Ini adalah ungkapan rasa syukur atas pencapaian perusahaan, dan sekaligus bentuk apresiasi kepada karyawan. Di tengah tantangan pandemi, berkat kerja keras dan dedikasi seluruh karyawan, kita dapat mempertahankan kinerja perusahaan. Peningkatan produksi berjalan sesuai rencana dengan tetap mengutamakan aspek Kesehatan dan keselamatan kerja,” ujar Tony dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (13/4).

Pertunjukan musik yang diselenggarakan di kedalaman perut bumi ini, dilaksanakan di daerah Grasberg Block Caving (GBC) tambang bawah tanah PTFI. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi perusahaan kepada karyawan yang tetap dapat mempertahankan produktivitasnya dalam bekerja di tengah tantangan pandemi Covid-19. Hal tersebut juga tidak terlepas dari pencapaian peningkatan produksi yang berjalan sesuai rencana.

“Ini adalah ungkapan rasa syukur atas pencapaian perusahaan, dan sekaligus bentuk apresiasi kepada karyawan. Di tengah tantangan pandemi, berkat kerja keras dan dedikasi seluruh karyawan, kita dapat mempertahankan kinerja perusahaan. Peningkatan produksi berjalan sesuai rencana dengan tetap mengutamakan aspek Kesehatan dan keselamatan kerja,” imbuh Tony.

Sebagaimana diketahui, tambang bawah tanah PTFI adalah tambang yang terbesar di dunia. Tony menambahkan, bahwa tantangan yang dihadapi dalam mengelola tambang dengan tingkat kesulitan tinggi adalah bagaimana mengelola aset ini sebaik mungkin melalui kegiatan produksi yang aman dan berkelanjutan, sehingga PTFI dapat berkontribusi maksimal bagi bangsa dan negara.

Tambang bawah tanah PTFI telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Papua di saat ekonomi nasional menurun di tengah pandemi Covid-19. Data BPS menunjukkan sektor pertambangan dan penggalian memberikan kontribusi sebesar 40.80 persen pada pertumbuhan ekonomi Papua.

“Kami menyadari bahwa pencapaian yang baik bagi Papua ini melibatkan peran seluruh pemangku kepentingan, termasuk para karyawan PTFI, Pemerintah, serta masyarakat yang terus mendukung keberlanjutan operasi kami di Mimika,” tutup Tony.

Artikulli paraprakHUT Freeport Indonesia Ke-55, Pionir Tambang Bawah Tanah Block Caving  Terbesar Di Dunia
Artikulli tjetërMajalah TAMBANG Gelar Indonesia Mining Forum dan Buka Puasa Bersama