Beranda ENERGI Energi Terbarukan Pemakaian Biodiesel 2014 Belum Capai Target

Pemakaian Biodiesel 2014 Belum Capai Target

Jakarta – TAMBANG. Target pemanfaatan biodiesel hingga akhir tahun tidak tercapai. PT Pertamina (Persero) menyatakan, realisasi pemanfaatan biodiesel selama tahun 2014 secara keseluruhan diperkirakan hanya sebesar 1,53 juta kiloliter atau 38% dari target sebesar 4 juta kiloliter.
Target dan kewajiban pemanfaatan biodiesel ini merupakan amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 20 Tahun 2014.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi pemanfaatan biodiesel hingga Oktober 2014 baru mencapai 1,44 juta kiloliter.
Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM merinci capaian kewajiban biodiesel untuk sektor bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 962.594 kiloliter. Sedangkan bagi sektor BBM tidak bersubsidi realisasinya hanya 308.666 kiloliter, dan untuk sektor pembangkit listrik sebesar 165.256 kiloliter.
Untuk pemanfaatan pure plant oil (PPO) dan biodiesel pada pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga Oktober 2014 mencapai 165.000 kiloliter. “Dengan demikian, pemanfaatan biodiesel dan pure plant oil pada pembangkit listrik PLN akan dipercepat,” ujar Direktorat Jenderal EBTKE dalam keterangannya, Selasa (30/12). Pure Plant Oil (PPO) adalah minyak yang diperoleh secara langsung dari sumber minyak, bisa berupa bunga, bijih, atau daun, tanpa modifikasi secara kimia. 
Pemerintah berencana menambah pasokan biodiesel di atas 20% untuk memenuhi permintaan PLN. Biodiesel tersebut nantinya digunakan untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) serta pengadaan sendiri untuk bahan bakar nabati  jenis PPO.
Kementerian ESDM menilai, pemanfaatan biodiesel secara total sampai dengan Oktober 2014 berhasil menghemat devisa negara, melalui pengurangan impor solar sebesar US$ 1,08 miliar. Padahal Kementerian ESDM menargetkan penghematan devisa sebesar US$6,7 miliar dari program mandatori pemanfaatan bahan bakar nabati.
Pertamina telah selesai melaksanakan tender tahap ketiga untuk pengadaan biodiesel tahun 2014-2015 sebesar 730.000 kiloliter. Sehingga diproyeksikan akan terjadi peningkatan realisasi sebesar 40.000 KL perbulan untuk bulan Oktober-Desember 2014.
Oleh: Rukmi Hapsari.
Sumber foto: mungkacity.blogspot.com