Beranda Teknologi Pemerintah Dorong Pemanfaatan Teknologi Informasi Sektor Tambang

Pemerintah Dorong Pemanfaatan Teknologi Informasi Sektor Tambang

Jakarta, TAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong pemanfaatkan teknologi informasi untuk sektor pertambangan di tengah tantangan situasi pandemi. Pemerintah telah meningkatan pelayanan melalui sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko.

“Optimalisasi teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja sektor pertambangan, sehingga kontribusinya terhadap perekonomian tetap terjaga bahkan semakin membaik,” ungkap Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Minerba, Irwandy Arif dalam webinar bertajuk ‘Tambang dan Energi Bakti untuk Negeri’ di Jakarta, Senin (16/8).

“OSS untuk mempermudah perizinan, kalau ada hambatan bisa (menghubungi) ke hotline Ditjen minerba, (sampaikan) hambatannya di mana,” tambahnya.

Selain itu, Kementerian ESDM juga telah menggunakan teknologi informasi dalam aspek pengawasan. Misalnya pada subsektor mineral dan batu bara, pelaporan dilakukan melalui Minerba One Map Indonesia (MOMI), Minerba One Date Indonesia (MODI),  Minerba Online Monitoring System (MOMS) dan Modul Verifikasi Penjualan (MVP), E-PNBP dan Sistem Informasi Pencatatan Piutang (SIPP).

Pada kesempatan yang sama, Enterprise Sales Director PT Link Net Tbk, Agung Satya Wiguna mengatakan, dari kaca mata bisnis, tantangan pandemi telah mendorong seluruh stakeholder  untuk berinovasi. Salah satu langkahnya dengan mengadopsi teknologi informasi. Penggunaan teknologi dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional bisnis di sektor pertambangan, yang bermuara pada peningkatan margin perusahaan.

“Bisnis pertambangan perlu mengaplikasikan teknologi sebagai wujud menjawab tantangan yang semakin dinamis,” ungkapnya.

Kata Agung, Link Net sebagai perusahaan provider serta solusi teknologi informasi dan komunikasi, mendukung sektor pertambangan dengan mengupayakan layanan jaringan komunikasi yang dinilai andal dan prima demi tercapainya operasional yang lebih optimal.

Link Net menawarkan solusi very small aperture terminal (VSAT) dengan memaksimalkan komunikasi via satelit yang diklaim aman, nyaman dan lancar.

“Layanan remote solution dari Link Net dapat mendukung operasional bisnis dari hulu ke hilir, mulai dari eksplorasi hingga distribusi melalui teknologi dan aplikasi sistemik yang terhubung ke internet,” pungkasnya.

Artikulli paraprakSP Pertamina Dan PLN Akan Lakukan Segala Upaya Tolak Holding dan Subholding BUMN
Artikulli tjetërTerkait Transisi Energi, Ini Masukan Penting IMEF