Pemerintah Finalisasi Kebijakan Mineral dan Batu Bara

Pemerintah Finalisasi Kebijakan Mineral dan Batu Bara
Ketum IMI, Irwandy Arif (kiri), saat Focus Group Discussion Kebijakan Mineral dan Batu Bara di Bandung, Kamis (11/10)
Bandung,  TAMBANG – Indonesia dianugerahi keanekaragaman sumber daya mineral dan batu bara. Meski sumber daya yang ada, tersebar tidak merata di sebagian besar wilayah negara mulai dari Sabang hingga Merauke.   Sayang, hingga saat ini belum ada kebijakan makro yang bisa menjadi visi jangka panjang. Serta payung kebijakan terkait arah dan kebijakan dalam pengelolaan mineral dan batu bara Indonesia.   “Untuk itu kami tengah menyelesaikan draft kebijakan mineral dan batu bara Indonesia, meski terlambat tapi kan better late than never,” ujar Muhammad Wafid, Direktur Pembinaan Program Minerba pada acara focus grup discussion di Bandung, Kamis  (11/10).   Wafid menambahkan, kebijakan mineral dan batu bara ini bertujuan sebagai pedoman dalam penyusunan semua produk perundang-undangan dan peraturan turunannya.   “Sumber daya mineral dan batu bara harus menjadi sumber daya vital dan strategis untuk kemajuan bangsa,” tutur Wafid.   Sementara menurut Ketua Tim Perumus Herry Permana, saat ini menurutnya, pembahasan kebijakan mineral dan batu bara memasuki tahap akhir.   “Pembahasan kebijakan ini disusun melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bidang mineral dan batu bara, antara lain pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, asosiasi, akademisi dan praktisi maupun ahli berbagai disiplin ilmu. Targetnya akhir November bisa selesai,” jelas Herry Permana.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin