Pemerintah Optimis Proyek 35 Ribu MW Tak Sulit Direalisasi

Pemerintah Optimis Proyek 35 Ribu MW Tak Sulit Direalisasi
Jaringan listrik di Malaysia. Foto: Malaysia-chronicle.com

Jakarta-TAMBANG. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yakin benar bahwa target pemerintah untuk membangun pembangkit listrik sebesar 35 ribu megawatt (MW) dalam lima tahun mendatang tidak akan sulit terealisasikan. JK mengatakan bahwa saat ini saja sudah banyak investor yang berniat untuk membangun infrastruktur listrik ini.

“Saya surprise, dari yang kita mau bangun 35 ribu MW, sudah ada 50 ribu MW yang mau untuk bangun,” ujarnya, Kamis (29/1).

Menurut JK, pemerintah malah saat ini kerepotan memilih investor mana yang cocok untuk membangun pembangkit listrik guna merealisasikan target ini. Tapi pemerintah akan memberikan kesempatan bagi investor yang dinilai paling menguntungkan.

“Malah sekarang kita repot ini kemana, yang ini kemana. Tapi akan kita jalankan, sehingga akan berikan kesempatan kepada yang lebih mudah dan menguntungkan,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Pengusaha Sandiaga Uno mengatakan bahwa keseriusan pemerintah dalam membangun infrastruktur akan mendorong investasi di dalam negeri. Dengan kondisi saat ini, Indonesia memang sangat membutuhkan tambahan daya listrik untuk membantu menggerakan ekonomi.

“Waktu jaman Pak SBY, targetkan 10 ribu MW masih sulit. Tapi tadi kata Pak JK sudah 50 ribu MW yang pipe line, itu bagus. Kita memang kekurangan listrik,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Program Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Munir Ahmad kepada Majalah TAMBANG mengatakan bahwa proyek 35 ribu MW merupakan penambahan dari megaproyek sebelumnya (10 ribu MW) yang digagas Pemerintahan SBY. Selama lima tahun ke depan, total penambahan kapasitas pembangkit mencapai 42,9 ribu MW.

“Dari jumlah itu 42 persennya dibangun PLN, sementara 58 persen akan diserahkan ke swasta atau IPP,” kata Munir.

Artikel Terkait

PERHAPI, IAGI dan PERMINAS Sepakat Mulai Garap Data Mineral Tanah Jarang Indonesia

PERHAPI, IAGI dan PERMINAS Sepakat Mulai Garap Data Mineral Tanah Jarang Indonesia

Jakarta,TAMBANG,- Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (PERMINAS). Ketiga pihak ini sepakat untuk melakukan validasi, estimasi dan pelaporan sumber daya dan cadangan logam tanah jarang di Indonesia. Kegiatan penandatanganan nota kesepakatan ini dilaksanakan di

By Egenius Soda