Pemerintah Usulkan Subsidi Biaya Sambung Listrik

Pemerintah Usulkan Subsidi Biaya Sambung Listrik

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengusulkan kepada Komisi VII DPR RI, untuk memberikan subsidi biaya sambung listrik kepada golongan rumah tangga.

 

Jonan menuturkan, usul ini diajukan berdasarkan informasi bahwa,  sekitar 265.000 rumah tangga di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tidak bisa menyambung listrik walaupun di wilayah tersebut ada kabel dan tiang listrik. Informasi ini ia peroleh dari Direktur PT PLN (Persero) yang membawahi provinsi DIY. Hanya sebenarnya, usulan tersebut pernah diutarakannya pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 lalu.

 

 

“Saya juga sudah mengusulkan apa subsidinya mau ditambah untuk biaya sambungan listrik golongan rumah tangga R1 450va dan R1 900va non-rumah tangga Mampu (RTM),” kata Jonan saat Rapat Kerja (Raker) dengan Kementerian ESDM.

 

“Kalau Gunung Kidul (biaya sambung listrik) Rp1 juta, jika dikali 265.000 rumah itu cuma Rp265 miliar. ini kecil, wong subsidinya Rp50-60 triliun,” tambah Jonan.

 

Jonan menjelaskan bahwa golongan rumah tangga tidak mampu yang akan disubsidi biaya sambung listriknya, tidak akan mencapai dua juta rumah tangga. Dengan asumsi maksimal dua juta rumah tangga, dan jika subsidi biaya sambung diputuskan sebesar satu juta rupiah, maka total subsidi yang akan dikeluarkan oleh negara sebesar Rp2 triliun.

 

“Taruhlah 1 juta atau 2 juta rumah tangga, total Rp2 triliun. Sedangkan subsidinya hampir Rp60 triliun. Ini sekali diputuskan setahun selesai. Mohon dimasukkan di APBN 2019,” pungkas Jonan.

 


Close
Close