Pencarian Korban Musibah AirAsia Terus Dilanjutkan

Pencarian Korban Musibah AirAsia Terus Dilanjutkan

JAKARTA—TAMBANG. HINGGA Jumat siang ini, makin banyak jenazah korban musibah pesawat QZ8501 yang ditemukan. Kapal perang Amerika, Sampson 102, menemukan enam jenazah. Kapal Diraja Lekir, yang dikirim Malaysia, menemukan satu. Jenazah itu akan diangkut ke Pangkalan Bun, untuk selanjutnya diterbangkan ke Surabaya, tempat pusat identifikasi korban berada.

Tak mudah untuk mengidentifikasi jenazah itu. Banyak tanda pengenal luar, seperti baju, sidik jari, atau tanda pengenal lain, yang sudah rusak. Cara lain yang akan dilakukan adalah dengan identifikasi melalui tes DNA. Namun ini memakan waktu.

Hari ini, karena cuaca lebih bagus ketimbang kemarin, pencarian besar-besaran dilanjutkan. Kapal Perang Republik Indonesia Banda Aceh berlayar menuju Selat Karimata, mengangkut 57 penyelam. Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok Senin lalu.

Tim penyelam pertama akan terjun lebih dahulu, menyelam ke kedalaman yang diperkirakan sekitar 40 meter. Mereka turun, membawa tali untuk menjadi panduan bagi penyelam berikutnya. Penyelam mampu berada di dasar laut selama 15-25 menit.

Kapal Basarnas dan KNKT hari ini juga menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat jatuhnya AirAsia QZ8501. KNKT akan fokus pada upaya mencari kotak hitam, agar bisa mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda