Penerimaan Malaysia Berkurang Akibat Minyak Anjlok

Penerimaan Malaysia Berkurang Akibat Minyak Anjlok

KUALALUMPUR—TAMBANG. TURUNNYA harga minyak dapat membuat penerimaan pemerintah Malaysia dari minyak, dan dari sektor yang berhubungan dengan minyak, anjlok antara 5,9%-3,1%. Koran Wall Street Journal memberitakan, ekonom Chua Hak Bin, yang bekerja untuk Bank of America Merrill Lynch, Singapura, mengatakan bahwa negara eksportir minyak seperti Malaysia, Brunei, Myanmar, dan Australia, tidak akan menikmati untung dari harga minyak yang rendah.

Sebagian besar negara Asia yang tergantun gpada minyak impor, akan menikmati keuntungan. Negara-negara itu, di antaranya, Indonesia, India, Cina, Thailand, Filipina, Taiwan, dan Korea Selatan.

Penerimaan Malaysia yang berasal dari minyak dan sektor yang berkaitan dengan minyak mencapai RM 63 miliar (sekitar Rp 223 triliun), pada 2013, sekitar 29,5% dari total penerimaan pemerintah.

Kantor berita Reuters, sebagaimana dikutip oleh themalaymailonline.com hari ini memberitakan, pada awal Desember lalu eksekutif Petronas mengatakan, setoran dari Petronas kepada pemerintah Malaysia bisa anjlok hingga 37%, bila harga minyak tetap berkutar di US$75 per barel. Setoran dari Petronas ke pemerintah itu ujudnya bermacam-macam, antara lain deviden dan pajak.

Faktanya, hari ini harga minyak Brent malah sudah mencapai US$ 53, dan minyak Amerika Serikat, West Texas Intermediate, sempat menyentuh di bawah US$ 50.

Penurunan harga minyak membuat bursa di Kuala Lumpur, ringgit. Rontoknya harga saham membuat kekayaan para konglomerat Malaysia, seperti Tan Sri Robert Kuok, ikut turun.

Sumber foto: breakingenergy.com

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin