Perdana, Ceria Raih PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup
PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) meraih penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk periode 2024–2025 yang diumumkan pada Selasa, 7 April 2026.
Jakarta, TAMBANG - PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) berhasil meraih penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk periode 2024–2025 pada Selasa, 7 April 2026. Penghargaan ini menjadi yang pertama kali diterima oleh perusahaan tambang nikel terintegrasi tersebut.
Presiden Direktur PT Ceria Nugraha Indotama, Abdul Haris Tatang, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi pemicu bagi Ceria untuk terus meningkatkan kinerja lingkungan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas raihan PROPER Hijau yang pertama kalinya bagi Ceria. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara operasional dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Teknik Tambang PT Ceria Nugraha Indotama, Alpi Cekdin, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari penerapan prinsip keberlanjutan yang terintegrasi di seluruh lini operasional.
Ceria secara konsisten mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta memastikan aspek Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (K3L) berjalan optimal melalui Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) sesuai ketentuan yang berlaku.
“Berbagai inisiatif seperti efisiensi energi, pengurangan emisi, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, serta perlindungan keanekaragaman hayati menjadi bagian penting dari upaya kami dalam mencapai kinerja lingkungan yang optimal,” jelasnya.
Ke depan, Ceria akan terus memperkuat kinerja lingkungan dan operasional perusahaan melalui inovasi berkelanjutan, optimalisasi teknologi ramah lingkungan, serta penguatan tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
“Raihan PROPER Hijau ini kami maknai sebagai pijakan awal untuk melangkah lebih jauh. Ceria akan terus meningkatkan standar pengelolaan lingkungan dan operasional secara berkesinambungan, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi bangsa dan industri pertambangan nasional,” tutup Abdul Haris Tatang.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, turut memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi dalam PROPER, termasuk Ceria. Ia menekankan bahwa PROPER Hijau mencerminkan kontribusi nyata dunia usaha dalam menjaga lingkungan hidup.
“Kepada perusahaan dengan peringkat Hijau, kami mengapresiasi upaya beyond compliance yang telah memberikan manfaat nyata bagi ekosistem serta komunitas sekitar,” imbuhnya.

Raihan ini menjadi bukti bahwa Ceria tidak hanya memenuhi standar kepatuhan lingkungan, tetapi juga melampauinya melalui berbagai inovasi, mulai dari efisiensi energi, penurunan emisi, pengelolaan limbah berkelanjutan, hingga pelestarian keanekaragaman hayati.
Pencapaian ini sekaligus menjadi tonggak penting dan bersejarah bagi Ceria, karena merupakan perolehan PROPER Hijau pertama kalinya setelah sebelumnya meraih PROPER Biru selama enam tahun berturut-turut sejak 2018.
Peningkatan peringkat tersebut mencerminkan transformasi kinerja lingkungan perusahaan yang semakin progresif dan berkelanjutan. Hal ini juga memperkuat posisi Ceria sebagai perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel 100% Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) karya anak bangsa yang mengedepankan praktik operasional yang bertanggung jawab.
Sebagai informasi, PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) merupakan salah satu instrumen kebijakan pemerintah untuk mendorong peningkatan kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan sesuai peraturan perundang-undangan.
Selain itu, PROPER juga menjadi wujud transparansi dan demokratisasi dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia, dengan mengedepankan prinsip good governance seperti transparansi, keadilan, akuntabilitas, serta pelibatan masyarakat.