Beranda Event Perkiraan Ekonomi Global pada 2015

Perkiraan Ekonomi Global pada 2015

JAKARTA—TAMBANG. KORAN The New York Times, dalam tulisannya pada edisi akhir tahun, 31 Desember 2014, memperkirakan ada lima kekuatan yang bakal sangat menentukan perekonomian dunia, pada 2015 ini. Tahun yang baru saja lewat, 2014, ditandai dengan berbagai kejadian yang amat mengejutkan.

Inilah beberapa hal yang diperkirakan mewarnai perekonomian 2015.

 

  1. Rontoknya harga minyak.

Belum pernah dalam sejarah harga minyak jatuh secepat tahun lalu. Biasanya harga minyak turun atau naik berkaitan erat dengan gejolak politik dunia. Atau, misalnya terjadi resesi, seperti pada 2008-2009.

Yang menimbulkan keheranan, harga turun hampir 50% tatkala situasi dunia relatif stabil. Secara umum, tidak ada lonjakan pasokan, dan tidak ada penurunan drastis terhadap permintaan. Tetapi harga turun jauh.

 

  1. Rendahnya suku bunga.

Imbal hasil obligasi yang dikeluarkan Pemerintah Amerika Serikat jatuh. Saat ini, Pemerintah Amerika dapat meminjam dana untuk jangka waktu 30 tahun dengan suku bunga hanya 2,8%, jatuh dibanding 4% pada 2013. Bunga rendah membuat biaya berusaha jadi lebih murah: suku bunga perumahan, suku bunga usaha, semuanya murah.

 

  1. Pasar saham yang melaju.

Pada 2013, pasar saham bergerak cepat. Banyak yang ragu bahwa pasar saham yang terus membaik akan terjadi pada 2014. Ternyata, di Amerika Serikat, pasar saham terus menunjukkan kinerjanya yang moncer.

Indeks Standard & Poor’s 500 naik 11,4% pada 2014. Ekonomi Amerika membaik, lebih bagus ketimbang Eropa dan Jepang yang cenderung stagnan. Ini membuat dolar terus menguat.

 

  1. Dolar yang terus menguat.

Mata uang dolar terus menguat, kokoh, penguatannya jauh melewati mata uang utama lain, seperti yen, dan euro.

Perbedaan terjadi antara Bank Sentral Amerika dengan mitranya, seperti Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan. Keduanya berusaha mendorong pertumbuhan dan memerangi inflasi, dengan menurunkan bunga. Tetapi Bank Sentral Amerika mengeluarkan signal akan menaikkan suku bunga, dan meluncurkan kebijakan uang ketat.

Ini membuat dolar makin menarik.

 

  1. Inflasi turun.

Investor global berusaha mencari inflasi yang amat rendah.

Penurunan harga minyak dan komoditi lain akan menyeret harga menjadi lebih murah, pada 2015. Para investor cenderung berpikir bahwa inflasi rendah akan bertahan setelah harga minyak terus-menerus turun dalam beberapa bulan terakhir ini.

Foto: Kantor perusahaan pedagang minyak di Houston, Amerika Serikat.

Sumber foto: commons.wikimedia.com

Artikulli paraprakMusibah AirAsia: Pencarian Dihadang Badai
Artikulli tjetërPencarian Korban Musibah AirAsia Terus Dilanjutkan