Permintaan Alat Berat SANY Naik 20% di 2014

Permintaan Alat Berat SANY Naik 20% di 2014

Jakarta - TAMBANG. Permintaan alat berat merek SANY Heavy Industries meningkat 20% tahun ini dibandingkan tahun lalu. Importir alat berat merek SANY Heavy Industries, yaitu Jakarta International Machinery Centre (Jimac) Group mengatakan berbagai proyek infrastruktur pemerintah yang mulai dirilis sejak tahun ini bakal meningkatan permintaan alat berat SANY sebesar 20% dari 2014.

"Banyak pembangunan waduk, pelabuhan, pembangkit listrik dan berbagai infrastruktur mendorong permintaan alat berat," ujar Benny Kurniajaya,Chief Excecutive Officer Jimac Grup seperti yang dikutip KONTAN, Kamis (5/2).

Pada 2014, perusahaan menjual 300 unit alat berat. Tahun ini, perusahaan menargetkan penjualan sekitar 360 unit alat berat. Portofolio penjualan SANY sekitar 85%-90% di sektor infrastruktur/konstruksi, agribisnis 5%-10% dan sisanya 5% di pertambangan.

Portofolio tahun ini diperkirakan akan hampir sama. "SANY ini cocok untuk infrastruktur, jadi porsi segmen penjualan kami paling banyak masih dari infrastruktur," ujar Benny.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda