Event

Pertama Hadir di Coaltrans, ExxonMobil Lubricants Mampu Pikat Peserta

Pertama Hadir di Coaltrans, ExxonMobil Lubricants Mampu Pikat Peserta
Stand PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) di Event Coaltrans Ke-24 di Bali

Bali – TAMBANG. Pertama kali hadir di ajang Coaltrans Asia, PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) mampu memikat peserta, untuk berkunjung ke stand PT ExxonMobil Lubricant Indonesia.

 

National Sector Manager Mining PT ExxonMobil Lubricant Indonesia,  Meyki Budi Ferdian, mengakui, jika ini adalah kali pertama perusahaannya hadir di ajang Coaltrans Asia. Meski demikian, mereka berusaha untuk lebih dikenal dan dekat dengan pelaku usaha industri pertambangan. Bahkan, PT ExxonMobil Lubricant Indonesia, mendapat kesempatan sebagai salah satu pembicara dalam seminar Coaltrans Asia Ke-24.

 

“Ini kali pertama kami ikut di kegiatan ini. Tujuan utamanya tidak lain untuk branding agar semakin dikenal oleh pelaku usaha pertambangan,”terang Meyki, di sela-sela acara Coaltrans Ke-24 di Bali, Senin (7/5).

 

Ia menjelaskan bahwa PT ExxonMobile Lubricants Indonesia baru mulai serius menggarap pasar di sektor pertambangan pada tahun 2015. Oleh karenanya dalam beberapa tahun awal ini akan fokus pada membangun brand image. “Tujuannya tidak lain, kami ingin semakin dikenal oleh perusahaan tambang,” tandas Meyki.

 

Untuk diketahui, ada beberapa produk milik perusahaan yang dipasarkan di sektor pertambangan. “Terkait produk  sebenarnya hampir semua produk bisa digunakan di sektor Industri pertambangan mulai dari pelumas, hydraulik dan grease (gemuk). Memang selama ini yang lebih dikenal adalah pelumas. Tetapi produk grease kami juga sudah terbukti ampuh untuk aplikasi tambang,” terang Meyki.

 

Pihaknya menilai ke depan, produk yang punya progres cukup bagus adalah grease. Oleh karenanya perusahaan mulai dengan membangun pemahaman tentang grease. Tentang bagaimana memiliki dan memakai grease yang benar.

 

“Itu kami lakukan untuk konsumen eksisting kami juga konsumen baru,” kata Meyki.

 

Dalam melakukan penetrasi ke pasar, Meyki menjelaskan yang dilakukan perusahaan adalah langsung bekerja sama dengan perusahaan tambang atau  kontraktor yang operasionalkan tambang.

 

“Untuk itu  kami akan memanfaatkan distributor kami yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebut saja di Kalimantan kami telah punya distributor yakni PT Artha Pusaka Abadi sementara di Sumatera telah ada perusahaan distributor kami yakni PT Prima Karya Nusa,” terang Meyki.

 

Selain memasarkan produk yang berkualitas dan dengan performance yang bagus, perusahaan juga menyediakan layanan purna jual (after sales services).

 

“Singkatnya kami siap mendukung konsumen. Untuk hal ini kami bekerja sama dengan distributor di seluruh Indonesia.  Biasanya di perusahaan distributor itu ada engineers. Kami siap membantu.  Tetapi ujung tombaknya adalah engineers yang dimiliki perusahaan distributor,”terangnya lagi.

 

Untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para engineers tersebut, pihak perusahaan secara rutin melakukan pelatihan. “Ini juga menjadi bagian dari apa yang kami tawarkan di awal dengan konsumen mulai dari training, engineering services dan layanan lainnya,” lanjut Meyki.

 

Terkait dengan persaingan dengan produsen lainnya, Meyki menilai bahwa setiap usaha pasti selalu ada kompetitor.

 

“Tinggal bagaimana kami melihat celah pasar, menetapkan strategi dan tawaran yang membuat kami lebih baik dari yang lain. Tetapi sekali lagi untuk sekarang kami ingin lebih dikenal di sektor pertambangan. Itu yang utama untuk saat ini,” pungkas Meyki.


Close
Close