Pertamina Lubricants Luncurkan Pelumas Hidrolik Terbaru, Turalik V Series

Pertamina Lubricants Luncurkan Pelumas Hidrolik Terbaru, Turalik V Series
Vice President Sales & Marketing Domestic Industry, Redesmon Munir, saat Peluncuran Pelumas Hidrolik Terbaru (Foto: istimewa)

Jakarta, TAMBANG –  –PT Pertamina Lubricants meluncurkan produk terbarunya untuk Pelumas mesin hidrolik, Turalik V Series khususnya dengan viscocity 52.

 

Peluncuran produk perdana ini, dilakukan bersama konsumen dan pelanggan industri perusahaan di Sales Region V Surabaya PT Pertamina Lubricants. Acara di hadiri oleh Vice President Sales & Marketing Domestic Industry, Redesmon Munir dan jajarannya.

 

Turalik V Series merupakan Pelumas yang diperuntukan menunjang kegiatan operasional, dan dihasilkan dari base oil High Viscosity Index dengan aditif pilihan. Pelumas Turalik V Series hadir untuk memenuhi kebutuhan segmen industri alat berat dan manufaktur yang menggunakan peralatan hidrolik, untuk kondisi moderat dan bekerja di lingkungan yang tidak terlalu ekstrim.

 

Vice President Sales & Marketing Domestic Industry PT Pertamina Lubricants, Redesmon Munir mengatakan, “Pelumas Turalik V Series dihasilkan oleh anak bangsa. Kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan pertumbuhan sektor industri manufaktur di Indonesia dengan menghadirkan produk pelumas berkualitas sesuai dengan perkembangan teknologi industri mesin di Indonesia yang juga dirancang untuk membantu para pelaku industri dalam mengoptimalkan kinerja mesin sesuai dengan kondisi iklim di Indonesia,” kata Redesmon Munir.

 

Turalik V Series ini juga sudah memenuhi standar spesifikasi DIN 51524 Part 2 atau ISO 11158 HM. Serta memiliki stabilitas thermal dan oksidasi yang sangat baik dan cocok, untuk mendukung operasi peralatan di rentang suhu yang cukup lebar. Nantinya, Turalik V Series akan tersedia dalam beberapa varian viscocity grade sesuai kebutuhan yaitu 22,32,46,68, dan 100.

 

Redesmon melanjutkan, “Produk ini kami hadirkan sebagai solusi efisiensi untuk konsumen yang menggunakan peralatan hidrolik standard, namun tetap memprioritaskan aspek kehandalan operasi. Kami bisa meyakinkan adanya cost efficiency hingga 10 persen,” tutur Redesmon.

 

 

 


Note: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Komentar tidak boleh mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, fitnah, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Redaksi berhak menyunting komentar yang dikirim, tanpa mengubah makna.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close