Beranda ENERGI Migas Pertamina: Pasokan Elpiji 3 Kg Aman

Pertamina: Pasokan Elpiji 3 Kg Aman

Jakarta-TAMBANG. Pasca penyesuaian harga  elpiji 12kg, Pertamina Pemasaran Jawa Bagian Barat memastilkan pasokan Elpiji 3 Kg di tiga provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten dalam kondisi aman.

 

Sebagai langkah antisipasi peningkatan kebutuhan elpiji 3kg dilakukan penambahan pasokan di beberapa wilayah seperti Bandung Raya, Sumedang dan Cianjur.

 

Milla Suciyani, Asisten Manager External Relation PT Pertamina, mengatakan, sehari setelah penyesuaian harga Elpiji 12kg, Pertamina menambah pasokan stok Elpiji 3kg di Bandung Raya dan Sumedang sebanyak 100% dari alokasi harian, yaitu masing-masing sejumlah 224.000 dan 60.000 tabung.

 

“Untuk wilayah Cianjur, Pertamina telah memberikan tambahan pasokan pada tanggal 3 Januari 2014 sebanyak 45.720 tabung dan akan kembali memberikan tambahan pasokan pada tanggal 10-12 Januari 2015 dengan total tambahan sebanyak 94 ribu tabung atau 200% dari alokasi harian,” tulis Milla dalam keterangan persnya, Jumat (9/1).

 

Selain penambahan pasokan elpiji 3Kg ke masyarakat, Pertamina juga melakukan upaya-upaya untuk mencegah beralihnya pengguna elpiji 12 Kg ke elpiji 3Kg antara lain dengan mengeluarkan himbauan kepada Agen/Pangkalan untuk tidak melayani pelanggan atau pengecer baru dan mengutamakan pembeli dari rumah tangga.

 

Pertamina sebagai badan usaha yang diberikan tugas oleh pemerintah untuk melakukan distribusi barang bersubsidi dalam hal ini Elpiji 3 Kg, senantiasa memonitor peredaran tabung di masyarakat melelui sistem monitoring SIMOL3K.

 

Dengan sistem ini, perjalanan distribusi Elpjii 3 Kg dapat dipantau sehingga mencegah terjadinya penyelewengan pendistribusian Elpiji.

 

“Pertamina kembali mengingatkan bahwa Elpiji 3 Kg ini, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 26/2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas bahwa LPG tertentu (Elpji 3 Kg) diperuntukkan bagi rumah.”

Artikulli paraprakPLN-Len Teken PPA PLTS Kupang
Artikulli tjetërPemerintah Prioritaskan Kandungan Lokal di Proyek 35.000 Megawatt