Beranda ENERGI Migas Pertamina Target Operasikan 44 SPBU Vi-Gas

Pertamina Target Operasikan 44 SPBU Vi-Gas

Jakarta-TAMBANG. Perusahaan migas milik negara, PT Pertamina (Persero) menargetkan dapat mengoperasikan sebanyak 44 Stasiun Pengisian Bahan bakar Vi-Gas pada tahun ini sebagai bentuk komitmen nyata perusahaan dalam mendukung program konversi BBM ke BBG yang dicanangkan oleh pemerintah.

 

Vice President Domestic Gas Direktorat Pemasaran Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan saat ini Pertamina telah mengoperasikan sebanyak 18 SPB Vi-Gas yang terintegrasi dengan SPBU milik Pertamina dan swasta di beberapa wilayah, yaitu 11 unit di Jabodetabek, 3 unit di Bali, 1 unit masing-masing di Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

 

“Selain itu, terdapat 8 unit SPB Vi-Gas di Jabodetabek yang masih dalam proses revitalisasi dan commissioning yang diharapkan dapat dituntaskan dan dapat dioperasikan pada tahun ini,” kata Trikora, Jumat (6/2).

 

Untuk menyukseskan program konversi BBM ke BBG pada kendaraan di beberapa kota di Pulau Jawa, Pertamina pada tahun ini melakukan penambahan pembangunan sarana dan fasilitas pengisian Vi-Gas di 18 SPBU. Lokasi pembangunan SPB Vi-Gas baru tersebut meliputi 14 unit di Jawa bagian Barat (7 unit diantaranya di jalan tol),  2 unit di Jawa Tengah, dan 2 unit di Jawa Timur.

 

“Kami meyakini, semakin banyak SPB Vi-Gas yang diintegrasikan dengan SPBU Pertamina akan semakin mendekatkan Vi-Gas kepada konsumen sehingga diharapkan dapat merangsang konsumen, terutama kendaraan angkutan umum untuk dapat beralih dari mengkonsumsi BBM ke Vi-Gas. Untuk itu,” ungkapnya.

 

Pertamina, kata Trikora, akan terus mengembangkan SPB Vi-Gas secara cepat dan tepat sebagai bentuk dukungan nyata Pertamina kepada program konversi BBM ke BBG yang dicanangkan oleh pemerintah.

 

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menambahkan Pertamina sangat serius dan fokus untuk terus memacu penggunaan bahan bakar gas, baik dalam bentuk  LNG (Liquefied Natural Gas) yang kini dalam masa pilot project, CNG (Compressed Natural Gas) dengan merek Envogas, maupun LGV (Liquefied Gas for Vehicle) dengan merek Vi-Gas sebagai upaya untuk mengurangi konsumsi BBM.

 

“Saat ini konsumsi Vi-Gas dan Envogas baru mencapai sekitar 0,1% dari konsumsi BBM bersubsidi,” ujarnya.

 

Dalam 5 tahun mendatang diharapkan tingkat konsumsi Vi-Gas dan Envogas akan meningkat menjadi sekitar 2,5 juta KL setara Premium. Optimisme tersebut didukung oleh program investasi perusahaan untuk pembangunan unit-unit penjualan Vi-Gas dan Envogas di SPBU secara terintegrasi, yang ditargetkan sebanyak 150 unit per tahun.

 

Khusus untuk Vi-Gas, tutur Ali, pertumbuhan konsumsinya telah meningkat rata-rata sekitar 40% per tahun dari semula 189 KL pada 2008 menjadi 913 KL pada 2013. Melihat tren tersebut dan didukung dengan ketersediaan pasokan, perkembangan teknologi, desain converter kit LGV yang lebih praktis, dan perkembangan desain mobil ‘dual fuel BBM-LGV’ dunia, dia meyakini masyarakat akan lebih menerima Vi-Gas sebagai alternatif BBM di masa mendatang.

 

Penggunaan LGV kini menempati urutan ketiga bahan bakar transportasi yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah gasoline dan diesel. Di seluruh dunia, LGV, digunakan oleh lebih dari 23 juta kendaraan dan tersedia di lebih dari 67 ribu stasiun pengisian.

 

Vi-Gas dengan tekanan 8-12 bar di dalam tangki sangat tepat dan aman untuk digunakan sebagai alternatif bahan bakar. Bahkan, di banyak negara maju di Eropa dan Asia, porsi penggunaan LGV atau Vi-Gas lebih besar dari penggunaan BBM.

 

LGV dengan merek Vi-Gas merupakan bahan bakar gas yang diformulasikan untuk kendaraan bermotor yang terdiri dari campuran Propane (C3) dan Butane (C4) dengan spesifikasi yang telah disesuaikan untuk keperluan mesin kendaraan bermotor sesuai dengan SK Dirjen Migas No. 2527.K/24/DJM/2007. Dengan RON > 98, Vi-Gas memiliki berbagai keunggulan jika dibandingkan dengan BBM, yaitu ramah lingkungan, pembakaran yang sempurna, bebas sulfur dan timbal, memperpanjang umur mesin, suara mesin halus dan bebas knocking.

 

Vi-Gas juga memiliki keunggulan lain, seperti efisien dalam hal biaya pembangunan dan pengoperasian stasiun pengisian, serta converter kit sehingga dengan berbagai keunggulan tersebut LGV menjadi pilihan banyak konsumen otomotif dunia.

Artikulli paraprakKetahanan Energi Bisa Dicapai Dengan Sinergi
Artikulli tjetërPemerintah Akan Keluarkan Permen Soal Blok Migas