PGN Bangun 911 Kilometer Jaringan Pipa Gas

Jakarta - TAMBANG. Perkembangan pipa gas Perusahaan Gas Negara (PGN) dari Sumatera hingga ke Jawa, cukup menggembirakan. Selama delapan tahun terakhir telah terbangun tambahan jaringan pipa sepanjang 911 kilometer, dari 5.250 km di tahun 2014 menjadi 6.161 km pada akhir 2014.

Dalam setahun terakhir saja, PGN rampung membangun beberapa jaringan pipa. Diantaranya adalah pipa distribusi gas bumi di Lampung (90 km), pipanisasi gas bumi Tanjung Uncang-Panaran di Batam (18 km), pipa Cikande-Bitung (30,5 km), dan proyek clustering CNG di Tambak Aji Semarang.

“Adapun pipa Kalimantan Jawa I atau Kalija I sepanjang 207 km per 13 Maret lalu sudah mencapai 49,5%," ujar Juru Bicara PGN Irwan Andri Atmanto, Kamis (2/4).

Tahun ini, PGN sudah memulai pembangunan pipa Duri-Dumai-Medan. Tahap I Duri-Dumai sepanjang 130 kilometer sudah dimulai, sedangkan Tahap II Dumai-Medan akan dibangun setelah tahap I selesai. Jaringan pipa lain yang juga akan dimulai adalah pipa distribusi Jawa Tengah sepanjang 319 kilometer.

Penambahan infrastruktur pipa PGN itu juga membuat peningkatan volume penyaluran gas PGN kepada berbagai segmen pelanggannya. Pada 2007 PGN menyalurkan gas bumi sebesar 1.150 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), dan pada 2014 meningkat menjadi 1.710 MMSCFD.

“Peningkatan penyaluran gas bumi tersebut berimbas pada pendapatan, laba usaha dan setoran ke pemerintah dalam bentuk dividen, pajak dan iuran BPH yang juga melonjak dalam delapan tahun terakhir,” kata Irwan.

Irwan menjelaskan, PGN berhasil melipatgandakan pendapatan dari hanya Rp 8,8 triliun pada 2007, menjadi Rp 40,28 triliun pada 2014. Sedangkan laba usaha PGN pada periode yang sama pun bertambah dari sebesar Rp 3,08 triliun menjadi Rp 11,606 triliun.

Kinerja keuangan lainnya juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Aset perusahaan juga tumbuh pesat dalam 8 terakhir. “Pada 2007 aset PGN sebesar Rp 20,44 trilyun, dan pada 2014 menjadi Rp 77,32 trilyun,” kata Irwan.

Demikian pula dengan setoran kepada pemerintah dalam bentuk dividen, pajak dan iuran BPH Migas. Pada 2007 setoran dividen PGN ke pemerintah hanya sebesar Rp 522,57 miliar, dan pada 2014 menjadi Rp 2,905 triliun. Secara kumulatif setoran PGN kepada pemerintah dalam bentuk dividen, pajak dan iuran BPH dari 2007-2014 atau dalam 8 tahun terakhir adalah Rp 30,448 triliun.

Artikel Terkait

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

LOVOL Heavy Industry tampil menonjol di Mining Indonesia dengan solusi pertambangan terintegrasi yang mencakup proses penggalian, pemuatan, hingga pengangkutan. Didukung portofolio alat berat yang beragam, desain yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, serta pengalaman dalam teknologi energi baru.

By Fahmi Adam
Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Saat ini, industri pertambangan nasional sudah semakin berkembang. Perannya pun semakin penting sebagai penopang perekonomian nasional. Namun harus diakui bahwa ada sejumlah tantangan maupun permasalahan yang dihadapi. Industri pertambangan harus menghadapi dinamika baik dari internal maupun eksternal. Adanya dinamika geopolitik internasional dan dinamika supply-demand komoditas mineral dan

By Egenius Soda
Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site Indominco bersama PT Indominco Mandiri (IMM) mengajak puluhan pelajar mengenal pertanian dan pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan tanam padi organik di Kawasan Wisata Sawah Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur. Mengusung tema “Bersinergi untuk Bumi, Pendidikan, dan Masa Depan yang Berkelanjutan”

By Rian Wahyuddin