Beranda ENERGI Migas PGN Ingin Kuasai Hulu dan Hilir

PGN Ingin Kuasai Hulu dan Hilir

Jakarta-TAMBANG.PGN berkeinginan untuk terus melakukan perluasan usaha di industri gas nasional. Selain  memperkuat perannya di sektor hilir, PGN juga mulai serius menggarap sektor hulu dengan menimba ilmu dalam teknologi eksploitasi shale gas di negeri Amerika Serikat.

 

Vice President Corporate Communication PGN, Rida Ababil mengatakan, melalui anak usahanya, PT Saka Energi yang bergerak di sektor hulu, PGN saat ini sudah mulai terlibat dalam proses produksi gas di lapangan shale gas fasken milik Swift Energy Company. Saat ini produksinya mencapai 120 MMCSFD.

 

“Ketika pertama kali kami bergabung produksinya masih 70 MMCSFD. Kami berusaha untuk terus meningkatkan kapasitasnya hingga 190 MMCSFD,” kata Rida usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin sore (6/4).

 

PGN kini tinggal menikmati hasil panen yang telah merekai tuai ketika memutuskan untuk membeli 36% saham partisipasi dari Swift Energy sebesar US$ 125 juta pada tahun lalu. Harga gas dari lapangan Fasken saat ini sekitar US$ 3 per MMCSFD. Namun menurut Rida, bergabungnya Saka Energi di lapangan shale gas Fasken bukan hanya semata untuk menambah pundi-pundi kas mereka tapi ingin mempelajari proses pengembangan shale gas untuk skala komersil.

 

“Suatu saat nanti ketika di Indonesia sudah mulai tertarik mengembangkan shale gas, kami sudah siap. Masalah siapa operatornya, kita lihat saja nanti,” ungkap Rida.

 

Tak hanya di sektor hulu, menurut Rida perseroan akan tetap berfokus pada bidang keahliannya di sektor hilir dengan melakukan pengembangan bisnis di rekayasa teknik dan serat optik untuk mendukung kegiatan operasional PGN secara keseluruhan. Selain itu PGN akan tetap mengoptimalkan kegiatan operasional fasilitas floating station regasification unit (FSRU) di Lampung.

 

Sepanjang tahun 2015, perseroan berencana mendatangkan 11 kargo LNG dari lapangan gas Tangguh. Namun dari jumlah tersebut hanya tujuh kargo yang sudah pasti didatangkan, sementara empat sisanya masih opsi cadangan, tergantung permintaan pasar.

 

Sebagai informasi, selama tahun 2014 PGN berhasil mencatatakan pendapatan neto sebesar US$ 3,41 miliar atau naik 13,6% dibanding periode sama di tahun sebelumnya. Sementara laba operasi mencapai US$ 982,06 juta dan laba bersih perusahaa mencapai US$ 722,75 juta. Hasil itu diraih setelah PGN berhasil menyalurkan gas sebesar 887.000 MMBTU di bisnis distribusi dan 852.000 MMBTU di bisnis transmisi.

Artikulli paraprakAPKPI Siap Sukseskan Penerapan SMKP Minerba
Artikulli tjetërChandra Asri Suntik Modal Tambahan untuk Synthetic Rubber