PGN Teken Perjanjian dengan Kementerian Perhubungan

PGN Teken Perjanjian dengan Kementerian Perhubungan

Jakarta - TAMBANG. PT Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk (PGN) menandatangani perjanjian kerjasama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Kerjasama antara BUMN dan instansi pemerintahan ini terkait pemanfaatan gas bumi bagi transportasi laut.

Penandatanganan perjanjian kerjasama yang dilakukan di Kantor Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu (8/4). Pihak PGN diwakili oleh Direktur Utamanya, Hendi Prio Santoso. Sementara Kementerian Perhubungan diwakili oleh Dirjen Perhubungan Laut, Bobby R. Mamahit.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut gembira kerjasama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk memasok LNG (gas alam cair / liqufied natural gas). Kerjasama ini merupakan momentum positif untuk memperluas penggunaan gas bumi di sektor maritim,” ujar Hendi Prio Santoso.

Menurut Hendi, langkah ini akan mengurangi ketergantungan bahan bakar BBM yang selama ini digunakan oleh kapal-kapal di Indonesia. Selain keuntungan secara ekonomis, penggunaan gas juga berdampak positif pada lingkungan.

“Gas bumi lebih ramah lingkungan dan lebih efisien. Mengurangi ketergantungan impor BBM akan mengurangi pelarian devisa ke luar negeri dan mewujudkan kemandirian energi,” kata Hendi.

PGN selama ini sudah mengembangkan infrastruktur LNG berupa unit penyimpanan dan regasifikasi apung (Floating Storage and Regasification Unit / FSRU). Sejauh ini, sudah ada 2 unit yang beroperasi, yaitu FSRU Lampung dan FSRU Jawa Barat.

Sesuai kesepakatan, dalam kerjasama ini kedua pihak akan melakukan studi persiapan infrastruktur LNG dan teknologi untuk modifikasi sarana transportasi laut. Alih teknologi pemanfaatan LNG sebagai bahan bakar kapal laut juga akan ditempuh, guna mendukung efisiensi pelayanan transportasi laut.

Semenntara itu, Bobby R. Mamahit mengatakan bahwa penggunaan BBM sebagai bahan bakar transportasi laut sudah semakin diperketat berdasar aturan internasional. Sejalan dengan hal tersebut, penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan terus didorong.

“Penggunaan gas bumi yang ramah lingkungan ini menjadi salah satu jalan keluar yang baik dalam perkembangan transportasi laut,” pungkas Bobby.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin