Beranda ENERGI Kelistrikan PLN Bangun Lima Tower Listrik Darurat Di Pangkalan Susu

PLN Bangun Lima Tower Listrik Darurat Di Pangkalan Susu

Tower PLN yang ambruk karena pencurian. Dokumentasi PLN

Jakarta-TAMBANG. PT PLN (Persero) memasang lima tower darurat  agar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berada di Pangkalan Susu secepatnya mengalirkan listrik ke subsistem Sumatera Bagian Utara.

 

Upaya ini dilakukan menyusul terjadinya perusakan di tiga tower listrik bernomor 214, 215 dan 216 di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat pada 17 Februari lalu oleh orang yang tak dikenal.

 

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, pemasangan tower darurat itu membutuhkan waktu sekitar enam hingga tujuh hari mengingat medan yang cukup berat. Ia mencontohkan untuk mencapai tower nomor 216 harus menggunakan perahu lantaran lokasinya berada di tengah-tengah areal tambak dan payau.

 

“Transmisi 275 kilovolt Pangkalan Susu-Binjai akan beroperasi sementara dengan tower emergency pada 25 Februari mendatang,” kata Bambang dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (20/2).

 

Dia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar tower darurat. Pasalnya, tower tersebut lebih rendah jaraknya ke tanah ketimbang tower aslinya.

 

Terkait pembangunnan tower darurat tersebut, sambung Bambang, perseroan akan membangun tower baru pada fondasi yang telah ada. Pasalnya fondasi ketiga tower itu cukup baik dan kuat serta masih bisa dipergunakan lagi. Pembongkaran dan pemasangan tiga tower pengganti membutuhkan waktu sekitar dua bulan dengan bekerja secara paralel.

 

“Ketiga tower ini akan beroperasi seperti sedia kala pada 18 April,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan PLTU Pangkalan Susu tidak bisa melayani masyarakat terhitung pukul 21.30 WIB pada 17 Februari kemarin. Dari penelusuran petugas Kepolisian Sektor Pangkalan Susu dan Koramil Pangkalan Susu bersama petugas PLN, ditemukan banyaknya member tower (main bracing) yang hilang, dan menyebabkan kekuatan struktur tower menjadi labil dan akhirnya roboh terkena angin.

 

“Diduga penggergajian oleh orang tidak dikenal sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu,” tuturnya.

 

PLTU Pangkalan Susu memiliki kapasitas 2×200 megawatt. Unit 2 sudah beroperasi sejak April 2014. Sedangkan unit 1 saat ini dalam proses pengujian.

 

Transmisi 275 kV yang menghubungkan PLTU Pangkalan Susu dengan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) sepanjang 70 kilometer sudah beroperasi sejak 12 April 2014 untuk sirkuit nomor 1 memiliki tower sebanyak 217 unit. Sedangkan sirkuit nomor 2 beroperasi sejak 24 Desember 2014 kemarin.

 

Artikulli paraprakPLN Dapat Kiriman LNG Tangguh
Artikulli tjetërHilirisasi Tembaga: ESDM Pakai Skema Satu Smelter