PLN Butuh Investasi Rp1 Triliun Untuk 47 Daerah Perbatasan

PLN Butuh Investasi Rp1 Triliun Untuk 47 Daerah Perbatasan

Jakarta – TAMBANG. PT Perusahaan Listrik Negara (persero) (PLN) sudah menghitung anggaran investasi untuk melistriki 47 titik daerah perbatasan dan pulau terluar Indonesia. Anggaran itu secara khusus akan dipakai untuk pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan pembangunan jaringan.

“Jumlah investasinya Rp1 triliun,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Ir. Jarman M.Sc

Jumlah tersebut menurutnya adalah total nilai investasi pembangkit ditambah pembangunan jaringan di 47 titik. Untuk saat ini, PLN memilih PLTD karena merupakan alternatif yang paling cepat. Namun nantinya juga akan dibuat hibrida dengan pembangkit energi terbarukan yang sesuai potensi di daerah itu.

“Energi baru itu kita lihat dulu, karena ada beberapa yang sudah ada. Pertama 47 titik itu tahun ini sudah nyala,” tegasnya.

Sebelumnya, komisi VII DPR-RI sudah menyatakan dukungan atas program pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mengaliri listrik 47 wilayah perbatasan Indonesia. Proyek itu ditargetkan tuntas sebagai bentuk hadiah ulang tahun kemerdekaan ke-70 RI, pada 17 Agustus 2015. Karenanya, DPR pun tak akan mempersulit pencairan anggaran bagi proyek itu.

Ketua Komisi VII Kardaya Warnika mengatakan bahwa pemerintah harus mematangkan rencananya baik dari segi teknis maupun pendanaan untuk merealisasikan rencana tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak perlu menghadap DPR untuk menjalankan rencana tersebut, jika proyek tersebut sudah menjadi mata anggaran dalam Anggaran Pendapatan belanja Negara (APBN). Kalau memang belum ada, seharusnya diajukan lalu dianggarkan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo mengatakan bahwa saat ini ada 47 perbatasan dan pulau-pulau terluar belum ada listriknya. Padahal, ada daerah-daerah lain yang mengalami surplus. Karenanya, kelebihan ini harus dialirkan ke daerah lain yang membutuhkan listrik.

.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin