Beranda Tambang Today Batubara PLN Libatkan TNI AD Uji Kualitas Batu Bara

PLN Libatkan TNI AD Uji Kualitas Batu Bara

Jakarta-TAMBANG. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengikutsertakan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam melakukan pengujian kuantitas dan kualitas batu bara yang digunakan sebagai energi primer pembangkit PLN.

 

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir menyatakan kerjasama ini lantaran PLN merasa kecewa dengan performa para surveyor batu bara yang selama ini mengerjakan proyek tersebut. “Faktanya, kami banyak mengalami hal-hal yang tidak menggembirakan melihat kinerja para surveyor,” keluh Sofyan, disela-sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di PLN Kantor Pusat, Jakarta, pada Jumat (20/3).

 

Nantinya, kata Sofyan, TNI AD bertugas mendampingi pengujian kualitas batu bara untuk PLTU, yang sebelumnya akan melawati proses pelatihan. “Akan ada 200-an prajurit dari 15 Detasemen Kodam yang dididik agar bisa memahami dan mengetahui secara detail pengujian batubara,” ungkapnya.

 

Diterangkan Sofyan, dalam pengujian batu bara ini prajurit akan dibekali alat uji untuk mengukur kualitas batu bara tersebut. “Sebenarnya tidak sulit, karena nantinya akan dibekali alat untuk mengukur kualitas batu bara. Ini sih teknis saja,” terangnya.

 

Sofyan melanjutkan, selain pembekalan tersebut, PLN lebih menekankan pada pengamanan daerah di sekitar objek PLN seperti jalur transmisi yang sering mendapat gangguan. Ini dilakukan untuk menangkal semua hal yang mengganggu kedaulatan energi nasional. “Sering juga besi-besi itu dicuri,” celotehnya.

 

Bersamaan, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI, Gatot Nurmantyo mengatakan personel yang dipilih harus melalui tes psikologi untuk ditugaskan membantu PLN. Ia menerangkan, akan memerintahkan Pangdam untuk memilih prajurit-prajurit yang kapabel untuk mengawasi surveyor. “Surveyor-surveyor ini (mengantongi) keuntungan bukan saja puluhan juta namun ratusan juta bahkan milyaran rupiah,” ucapnya.

 

Selama April, ia menjabarkan, prajurit terlebih dahulu akan diberi pelatihan oleh PLN, karena tugas yang akan dilaksanakan tergolong hal baru, dan diharapkan sebelum melaksanakan tugasnya, para personel TNI AD sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mantap, berkaitan dengan pendampingan dalam rangka penerimaan dan pengujian batu bara, sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Kegiatan kerjasama ini adalah sebagai bagian dari upaya bersama untuk turut menyukseskan Program Pembangunan Pemerintah, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan listrik rakyat.

 

“Kerja sama ini menindaklanjuti pengarahan Presiden Joko Widodo kepada seluruh Komandan Kodim dan Komandan Korem pada awal Desember tahun lalu tentang upaya mewujudkan kedaulatan yang salah satunya kedaulatan energi yang berkaitan langsung dengan listrik untuk rakyat,” jelas Gatot.

 

Sebagai tindak lanjut, pada kesempatan yang sama juga ditandatangani perjanjian kerja sama pelaksanaan pendampingan dan pelatihan penerimaan dan pengujian batubara antara Direktur (Operasi Jawa Bali) PLN, Supangkat Iwan Santoso dan Direktur (Operasi Luar Jawa Bali) PLN, Amir Rosidin dengan Asisten Teritorial KASAD, Mayor Jenderal TNI Kustanto Widyatmoko, MDA untuk 15 pembangkit listrik berbahan bakar batubara (PLTU). 15 PLTU tersebut berada di pulau Sumatera (6 lokasi) dan Pulau Jawa (9 lokasi), dengan rincian sebagai berikut :

Sumatera :
1. PLTU Nagan Raya, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
2. PLTU Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara
3. PLTU Labuan Angin, Kabupaten Sibolga, Provinsi Sumatera Utara
4. PLTU Ombilin, Kabupaten Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat
5. PLTU Sebalang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung
6. PLTU Teluk Sirih, Kabupaten Bungus, Provinsi Sumatera Barat

Jawa :
1. PLTU Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten
2. PLTU Lontar, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten
3. PLTU Suralaya 8, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten
4. PLTU Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat
5. PLTU Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat
6. PLTU Rembang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah
7. PLTU Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur
8. PLTU Tanjung Awar-awar, Kabupaten Tuban, Propinsi Jawa Timur
9. PLTU Paiton 9, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur

Artikulli paraprakHarga Jual PLTU Jeneponto Tahap II Jadi Lebih Mahal
Artikulli tjetërZF Tawarkan Inovasi Industri Otomotif, Sukses Raih Pertumbuhan 9%