PLN Pastikan Pasokan Batubara Untuk PLTU Aman

PLN Pastikan Pasokan Batubara Untuk PLTU Aman

Jakarta,TAMBANG,- Saat ini muncul pertanyaan terkait pasokan batubara pada PT PLN (persero). Ini terkait dengan kebijakan Pemerintah memangkas produksi. Namun PT PLN (persero) memastikan sejauh ini pasokan batubara masih aman. Perusahaan setrum plat merah mengaku akan mendapat 84 juta ton pasokan batu bara dari delapan pemasok utama. Batubara tersebut akan disalurkan kepada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang membutuhkan sebelum Hari Raya Lebaran.

Untuk memastikan pasokan tersebut, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN Persero Rizal Calvary mengunjungi dua pembangkit besar di Jawa Tengah hari ini.

"Total seluruh yang akan dipasok adalah sekitar 82-84 juta metrik ton," terang Rizal Calvary di Semarang, Jawa Tengah hari ini.

"Hari ini saya mengunjungi dua PLTU besar di Jawa Te ngah. Satunya PLTU Tanjung Jati B dan PLTU Batang," ujar Rizal.

PLTU Tanjung Jati B berkapasitas 4x660 MW dan PLTU Batang sebesar 2x1000 MW.

"HOP kedua pltu di atas 10 HOP. Dengan akan adanya tambahan dari para pemasok utama, maka HOP keduanya akan segera naik signifikan ke depan," papar Rizal.

Sebelumnya Rizal mengatakan bahwa pembangkit-pembangkit PLTU yang mengalami defisit akan mendapatkan pasokan batu bara dari delapan pemasok utama batu bara, yakni Adaro Indonesia, Arutmin Indonesia, Berau Coal, Kaltim Prima Coal, Kideco Jaya Agung, Multi Harapan Utama, Indominco Harapan Mandiri, dan Bukit Asam.

Rizal menyampaikan pasokan batu bara sebesar 84 juta ton tersebut cukup untuk menjaga hari operasi (HOP) PLN di beberapa pembangkit hingga akhir Agustus 2026.

Ia pun mengatakan ketersediaan batu bara PLN saat ini sudah sangat memadai, sehingga tidak akan ada potensi black out atau pemadaman listrik.

"Kami harapkan bahwa sebelum Lebaran, batu bara sudah bisa sampai ke seluruh pembangkit yang memerlukan, sehingga ancaman defisit ke depan bisa diatasi," ujar Rizal.

Untuk menjamin kelancaran operasi hingga akhir 2026, Rizal menyampaikan PLN masih membutuhkan sekitar 40 juta ton batu bara. "DMO (Domestic Market Obligation) batu bara untuk PLN itu 84 (juta ton) ditambah 40 (juta ton) lagi. Itu khusus untuk PLN sepanjang tahun ini," kata Rizal.

Adapun penyebab ancaman krisis pasokan batu bara dari PLN adalah cuaca yang kurang baik di awal tahun, hingga pemasok yang menunggu kepastian aturan pemerintah.

Artikel Terkait