PLN Tambah Kapasitas Trafo Untuk Kota Bandar Lampung

Jakarta-TAMBANG- untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Bandar Lampung, PT PLN (Persero) memberikan tambahan kapasitas trafo dengan kapasitas 60 Mega Volt Ampere (MVA) di gardu Induk (GI) Sukarame, Kota bandar Lampung. Sebelumnya, GI yang berada di desa Harapan Raya ini hana memiliki kapasitas 30 MVA dengan beban puncak 96,7% atau overload. Dengan tambahan trafo ini diharapkan dapat menyelesaikan kondisi overload di GI Sukarema. “Akhirnya kami berhasil menyelesaikan trafo di GI Sukarame. Diharapkan dengan adanya tambahan penyulang baru ini dapat memecah beban penyulang lama yang di kota Bandar Lampung dimana kondisinya saat ini sudah overload,” ujar Manajer Senior Public Relations PLN Agung Murdifi, dalam siaran pers hari ini (Jumad, 15/04). Penambahan kapasitas trafo tersebut, didahului serangkaian uji coba tegangan mulai 5 April lalu. Trafo 60 MVA ini akhirnya berhasil masuk sistem kelistrikan GI Sukarame pada Kamis, 14 April 2016. GI Sukarame disambung dari transmisi penghantar 150 kilo Volt (kV) Tegineneng – Natar – Sutami. Saat ini, GI Sukarame melayani sejumlah daerah di Lampung diantaranya Korpri, Jatimulyo, Karang Anyar, Sukarame, Sukabumi, Way Halim, Kota Baru, Tanjung Seneng, Way Kandis, Sabah Balu, Kedaton, maupun Jatiagung.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin