PLTM Warabiai Sumbang Tenaga 1,6 MW

PLTM Warabiai Sumbang Tenaga 1,6 MW
Menteri ESDM Ignasius Jonan disambut menjelang peresmian PLTPM warabiai, Papua Barat, Selasa (13/2). Foto (Kementerian ESDM)

Jakarta, TAMBANG – Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) Warabiai mampu menghasilkan tenaga sebesar 1,6 Megawatt (MW).

 

“Saya ditugaskan Bapak Presiden untuk meresmikan PLTM Warabiai.” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, saat meresmikan PLTM Warabiai, di Desa Jokte, Kecamatan Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, Selasa (13/2).

 

PLTM Warabiai ini memiliki kapasitas mencapai 1,6 MW dengan rincian 2 x 800 kWh. PLTM tersebut terhubung dengan jaringan PLN (On Grid), dan diperkirakan dapat menerangi sekitar 2500 sampai dengan 3000 rumah.

 

Jonan juga berpesan, karena luasnya pulau Papua, khususnya Kabupaten Tambrauw, diharapkan Pemerintah Daerah (Pemda) dapat mengusulkan ke Kementerian ESDM dan PLN untuk dibangun pembangkit Off Grid.

 

“Bisa untuk diusulkan dibangun PLTM atau PLTS dan sebagainya untuk wilayah sekitar pembangkit, karena jika menunggu saluran transmisi PLN masih lama karena memerlukan biaya yang besar,” tandasnya.

 

Pembangunan PLTM Warabiai dimulai pada tahun 2013 – 2015, dan dilakukan uji coba pengoperasian pada awal tahun 2016. Pembangunan menggunakan dana APBD Kabupaten Tambrauw.

 

“Walaupun pembangunannya lama, saya sangat mengapresiasi bahwa APBD digunakan untuk hal sangat bermanfaat” sambung Jonan.

 

PLTM Warabiai beroperasi melayani beban secara bergantian dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN berkapasitas 250 kWh. Saat ini, beban puncak Distrik Sausapor mencapai 170 kWh, dilayani oleh PLTD pada pukul 18.00-06.00 WIT serta PLTM Warabiai pada pukul 08.00-12.00 WIT dan pukul 14.00-17.00 WIT.

 

Listrik yang dihasilkan dari PLTM ini dijual ke PLN dengan harga Rp 1.500/kWh. Adapun pengelola PLTM tersebut adalah Perusda PT. Tambrauw Bersinar Abadi.

 


Close
Close