Presiden Jokowi Resmikan Smelter Amman di Nusa Tenggara Barat

Satgas hilirisasi
Ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal meresmikan smelter tembaga dan logam mulia milik PT Amman Mineral Internasional Tbk (Amman). Hal ini dibenarkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di laman media sosial, Senin (23/9).

“Pagi ini saya mendampingi Bapak Presiden @jokowi menuju ke Nusa Tenggara Barat untuk meresmikan smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT Amman Mineral Internasional Tbk,” kata Bahlil.

Bahlil berharap smelter ini dapat memberikan manfaat untuk kemajuan ekonomi dalam negeri.

“Semoga fasilitas ini membawa manfaat besar dan mendorong pertumbuhan yang lebih baik lagi bagi Indonesia,” beber Bahlil.

Tambang Batu Hijau Milik AMMAN Sukses Raih The Copper Mark

Sebagai informasi, PT Amman Mineral Internasional,Tbk (AMMAN) lewat anak usahanya PT Amman Mineral Industri tengah menyelesaikan pembangunan smelter tembaga.

Fasilitas smelter tembaga ini memiliki total kapasitas input 900 kilo ton per tahun (“ktpa”) konsentrat dari tambang Batu Hijau dan tambang Elang di masa depan. Produk dari peleburan ini akan berupa katoda tembaga yang mencapai 222 ktpa dan asam sulfat mencapai ktpa.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin