Presiden Prabowo: Kerja Sama RI–AS Garap Mineral Kritis Wajib Hilirisasi dan Ikuti Harga Pasar

Presiden Prabowo Subianto menegaskan secara terbuka bahwa kerja sama Indonesia–Amerika Serikat dalam pengelolaan mineral kritis di dalam negeri wajib mengikuti aturan yang berlaku, termasuk kewajiban hilirisasi.

Presiden Prabowo: Kerja Sama RI–AS Garap Mineral Kritis Wajib Hilirisasi dan Ikuti Harga Pasar
Ilustrasi: fasilitas pengolahan emas terintegrasi milik PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Sumber: MDKA.

Jakarta, TAMBANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat dalam pengelolaan mineral kritis terbuka untuk penambangan hingga hilirisasi, dengan syarat utama mengikuti harga pasar dan memastikan seluruh proses pengolahan dilakukan di dalam negeri.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak menutup akses bagi pihak asing untuk terlibat dalam pengembangan mineral kritis. Meski demikian, prinsip utama yang dipegang adalah transaksi dilakukan pada harga ekonomi yang wajar (market price).

“Mineral kritis kita terbuka, tetapi semuanya harus dengan harga pasar, harga ekonomi. Jadi kalau mereka ikut dalam penambangan, kita izinkan,” ujar Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab yang disiarkan di kanal YouTube Prabowo Subianto, dikuti Kamis, (26/3).

Ia mencontohkan keterlibatan perusahaan asing seperti Freeport-McMoRan yang telah lama beroperasi di Indonesia dan memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara. “Freeport sudah puluhan tahun, dan sekarang menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar kita. Itu kita izinkan,” katanya.

Menurut Prabowo, mineral kritis merupakan komoditas strategis yang tetap memberikan nilai ekonomi bagi negara, terlepas dari siapa pelaku usahanya. “Mau mereka yang main atau kita yang main, kita tetap mendapatkan nilai ekonomi. Yang penting kita punya akses,” jelasnya.

Tangkapan layar Presiden Prabowo Subianto dalam Program Presiden Prabowo Menjawab yang disiarkan di kanal YouTube Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi tetap menjadi syarat utama dalam kerja sama tersebut. Indonesia menginginkan agar bahan mentah tidak langsung diekspor, melainkan diproses di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah.

“Kita minta bahan mentah diproses di Indonesia. Kalau mereka mau mining, silakan, tapi harus diikuti dengan processing di dalam negeri. Itu dasar hilirisasi kita,” tegas Prabowo.

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah bersikap terbuka terhadap berbagai skema kerja sama, baik dilakukan oleh BUMN seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) maupun mitra asing. Selama memenuhi prinsip keterbukaan akses dan harga pasar internasional, kerja sama tersebut dinilai menguntungkan.

“Kita tidak menutup akses. Yang penting semuanya berdasarkan harga pasar internasional,” pungkasnya.

Sebelumnya, RI-AS telah menyepakati kerja sama strategis di bidang logam tanah jarang (rare-earth)  yang diumumkan dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Washington, D.C dan juga telah dirilis oleh website  pada 19 Februari 2026.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump secara resmi menandatangani dokumen kerja sama yang salah satunya adalah tarif resiprokal (The Agreement on Reciprocal Trade/ART) yang didalamnya yang juga memuat tentang pengelolaan mineral kritis termasuk turunannya logam tanah jarang.

Kerja sama ini berfokus pada pengembangan, pengolahan, dan hilirisasi logam tanah jarang yang menjadi komponen penting dalam industri teknologi tinggi. Mineral tersebut dibutuhkan untuk produksi baterai kendaraan listrik, turbin angin, semikonduktor, hingga perangkat elektronik canggih.

Artikel Terkait