Produksi Emas MDKA Naik 32%, Nikel MBMA Melonjak 121% pada Semester I 2026

Produksi Emas MDKA Naik 32%, Nikel MBMA Melonjak 121% pada Semester I 2026
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan peningkatan kinerja produksi emas dan nikel sepanjang semester I 2026. Produksi emas Grup Merdeka tumbuh 32% secara tahunan menjadi 66.814 ounce, sementara produksi bijih nikel melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melonjak 121% menjadi 15,2 juta wet metric tonnes (wmt).

Dari sisi bisnis emas, Tambang Emas Tujuh Bukit masih menjadi kontributor utama dengan produksi mencapai 49.402 ounce. Sementara itu, Tambang Emas Pani menyumbang 17.412 ounce setelah memulai operasi pada tahun ini. Secara keseluruhan, penjualan emas Grup Merdeka meningkat 3% menjadi 61.561 ounce.

Kinerja positif juga tercermin pada bisnis pertambangan nikel. MBMA memproduksi 15,2 juta wmt bijih nikel sepanjang enam bulan pertama 2026, meningkat 121% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bijih nikel turut tumbuh 60% menjadi 12,4 juta wmt.

Peningkatan produksi dan penjualan bijih nikel tersebut didukung oleh utilisasi peralatan yang lebih tinggi, efisiensi pengangkutan, serta peningkatan produktivitas di area tambang utama.

Di sisi pengolahan, produksi dan penjualan nickel pig iron (NPI) meningkat 20% secara tahunan seiring semakin stabilnya operasi smelter. Sementara itu, produksi high-grade nickel matte (HGNM) meningkat lebih dari dua kali lipat, dengan penjualan tumbuh 72%.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, mengatakan kinerja semester I 2026 mencerminkan penguatan profitabilitas di seluruh portofolio operasi, terutama dari bisnis emas dan nikel.

“Kinerja semester I 2026 mencerminkan penguatan profitabilitas di seluruh portofolio operasi Merdeka, didukung oleh peningkatan kinerja bisnis nikel dan emas. Pada saat yang sama, EMAS masih menjalani fase peningkatan produksi, dengan produksi yang diperkirakan akan lebih besar pada semester kedua tahun ini. Fokus kami tetap pada eksekusi yang disiplin, efisiensi operasional, serta kemajuan proyek-proyek pertumbuhan utama Grup untuk memperkuat penciptaan nilai jangka panjang,” ujar Albert dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (29/9).

Perkuat Produksi pada Semester II

Memasuki semester II 2026, Merdeka menargetkan peningkatan kontribusi produksi emas dari Tambang Emas Pani. Kenaikan tersebut diharapkan sejalan dengan peningkatan laju penambangan, volume stacking, serta tingkat perolehan emas setelah keberhasilan peningkatan produksi melalui metode heap leach.

Selain mengoptimalkan operasi tambang emas, Perseroan juga melanjutkan pengembangan proyek Carbon-in-Leach (CIL) di Tambang Emas Pani. Sementara itu, proyek Tembaga Tujuh Bukit telah memasuki tahap feasibility study atau studi kelayakan.

Pada lini material baterai, PT ESG New Energy Material melanjutkan peningkatan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Adapun PT Sulawesi Nickel Cobalt terus memajukan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) menuju dimulainya produksi pada semester II 2026.

Merdeka juga akan mendorong peningkatan volume bijih nikel, menjaga target produksi NPI dan HGNM, serta melanjutkan peningkatan operasi HPAL untuk memperkuat kontribusi bisnis material baterai terhadap kinerja grup.

Meski momentum operasional menunjukkan penguatan, Perseroan tetap mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi kinerja hingga akhir tahun. Faktor tersebut meliputi pergerakan harga komoditas, biaya bahan bakar dan energi, nilai tukar, serta perubahan regulasi.

Untuk menjaga kinerja sepanjang tahun, Merdeka akan berfokus pada pencapaian target produksi, disiplin biaya, dan alokasi modal yang terukur, seiring dengan keberlanjutan operasi serta pengembangan proyek-proyek pertumbuhan strategis.

Artikel Terkait

Inovatif, Harita Nickel Manfaatkan Slag Untuk Pembenah Tanah di Lahan Reklamasi

Inovatif, Harita Nickel Manfaatkan Slag Untuk Pembenah Tanah di Lahan Reklamasi

Jakarta,TAMBANG,- Salah satu isu penting dalam industri pertambangan adalah terkait pengolahan sisa hasi pertambangan. Oleh karenanya perusahaan tambang yang terintegrasi dengan kegiatan pengolahan dan pemurnian memiliki kewajiban untuk melakukan pengelolaan material sisa. Bahkan kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab. Harita

By Egenius Soda