Beranda Home Slide Produksi Minyak OPEC Bertambah Dipicu Iraq dan Iran

Produksi Minyak OPEC Bertambah Dipicu Iraq dan Iran

Salah satu kilang minyak di Irak. Sumber foto: theiraqijournal.com

 

TAMBANG, JAKARTA. PRODUKSI minyak dari anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) naik 140.000 barel per hari menjadi 32,5 juta barel, April lalu. Kenaikan itu dipicu bertambahnya produksi Iran dan Irak, masing-masing menambah produksinya sekitar 150.000 barel per hari, demikian data yang terungkap dari laporan OPEC dan S&P Global Platts, perusahaan terkemuka yang menyediakan data harga komoditi dan energi.

 

‘’Produksi Iran dan Irak bertambah setelah gagalnya perundingan Doha yang semula diniatkan untuk membekukan tingkat produksi,’’ kata Paul Hickin, asosiate direktur editorial pada S$P Global Platts, sebagaimana dikutip Hellenic Shipping hari ini. Pertemuan Doha berlangsung 17 April lalu, diikuti produsen minyak terkemuka, seperti Saudi Arabia, Venezuela, dan Rusia. Pertemuan itu tak berhasil mencapai kesepakatan untuk tidak menaikkan produksi minyak, karena adanya penolakan dari Iran.

 

‘’Pertanyaannya, seberapa tinggi produksi bisa bertambah? Juni mendatang akan ada pertemuan OPEC, yang salah satu agendanya adalah membekukan tingkat produksi,’’ lanjutnya.

 

Produksi Irak naik menjadi 4,31 juta barel per hari, April lalu. Januari lalu, produksi Irak sempat turun akibat situasi politik dan keamanan yang tidak stabil. Kini, situasi di bagian selatan, dikenal sebagai wilayah semi otonomi suku Kurdi, sudah membaik, sehingga produksi bisa berjalan lancar.

 

Minyak dari bagian selatan Irak itu dialirkan lewat pipa ke pelabuhan Ceyhan yang terletak di tepi laut Mediterrania, Turki. Irak menargetkan produksi minyak mentahnya naik menjadi 4,8 juta barel per hari pada akhir tahun ini. Kenaikan produksi itu diperlukan untuk menambal anggaran yang bolong karena berkurangnya pemasukan dari pajak. Sektor minyak dan gas akan digenjot habis-habisan, demi mendapatkan dana untuk APBN.

 

Produksi Iran pada April juga bertambah 150.000 barel per hari, dari bulan sebelumnya yang menapai 3,38 juta barel per hari. Sejak Desember lalu, produksi Iran sudah bertambah 490.000 barel per hari, hampir mencapai 500.000 barel yang ditargetkan begitu sanksi diakhiri, Januari lalu.

 

Iran berupaya keras untuk merebut kembali pasar minyaknya, yang digerogoti negara lain akibat Iran mendapat sanksi dari Amerika dan konco-konconya. Upaya merebut pasar itu, kini sudah membuahkan hasil. Jumlah ekspor minyak dari Iran ke India dan Korea Selatan sudah melonjak.

 

Direktur Utama Perusahaan Minyak Nasional Iran, Rokneddin Jayadi mengatakan, rata-rata ekspor minyak mentah dan kondensat dari Iran pada April lalu sudah naik dua kali lipat dibandingkan ekspor pada 2012, ketika Iran mulai disanksi. Produksi juga sudah mencapai 3,7 juta barel.

 

Sementara itu, produksi Saudi Arabia berkurang 20.000 barel per hari, menjadi 10,18 juta barel karena adanya perawatan sumur. Saat ini Saudi Arabia masih memiliki 2 juta barel produksi yang belum dimanfaatkan.