Beranda Komoditi Produsen Terbesar Tembaga Dunia Pangkas Produksi

Produsen Terbesar Tembaga Dunia Pangkas Produksi

Cile, TAMBANG. CILE, produsen tembaga sekaligus eksportir terbesar tembaga mengurangi jumlah produksi tembaganya tahun ini, dari 6,0 juta ton menjadi 5,94 juta ton. BUMN Cile, Cochilco, dalam pengumumannya Selasa kemarin mengungkapkan, ada dua hal yang membuat produksi menurun: banjir dan kecenderungan dunia.

 

Dalam laporan bertajuk ‘’Kecenderungan Global Tahunan’’, Cochilco mengungkapkan, banjir terjadi akibat hujan terus-menerus di daerah tambang, memaksa tambang Salvador yang dioperasikan Codelco, dan Caserones, yang dioperasikan JX Nippon, berhenti berproduksi.

 

Namun, faktor utama berkurangnya produksi adalah menurunnya hasil tambang Zaldivar yang dioperasikan Barrick Gold, dan sebuah tambang yang dioperasikan Anglo American.

 

Dalam hal harga, Cochilco memperkirakan, harga tembaga akan mencapai $2,85 tiap pound, dan pada tahun 2016 turun menjadi $2,80 per pound. 1 pound = 0,45 kilogram.

 

Produksi tembaga dunia terpengaruh akibat berbagai peristiwa buruk, akhir-akhir ini. Sebelum hujan hebat yang membanjiri tambang di Cile, di Indonesia, sempat berlangsung aksi pemogokan oleh buruh Freeport yang membuat produsen terbesar kedua di dunia itu menghentikan produksinya selama lima hari.

 

Antofagana Plc, perusahaan publik yang terdaftar di London, memangkas produksi tembaganya dari tambang Los Pelambres, tambangnya terbesar di Cile, sebanyak 5.000 ton, tahun lalu. Pengumuman penurunan produksi itu bersamaan dengan keluarnya keputusan pengadilan yang memerintahkan Antofagana menghancurkan bendungan yang dibangunnya di wilayah tambang.

 

BHP Billiton, yang mengoperasikan tambang Escondida, tambang terbesar tembaga di dunia, juga menurunkan angka produksinya, karena rendahnya kualitas bijih tambang.

 

Foto: tambang tembaga terbesar di dunia, Escondida, yang dioperasikan oleh BHP Billiton di Chile.

Artikulli paraprakDirektur Asing Berau Coal Menuai Protes Pekerja
Artikulli tjetërKucurkan Rp 1,7 triliun, Isuzu Pacu Mesin Produksi Di Karawang