Program GENERASI Trakindo, Siswa Olah Bawang Dayak Jadi Minuman Herbal

Program GENERASI Trakindo, Siswa Olah Bawang Dayak Jadi Minuman Herbal
Istimea.

Jakarta, TAMBANG – Program Gerakan Transformasi Edukasi (GENERASI) yang dijalankan Trakindo mendorong siswa untuk lebih aktif melakukan eksplorasi dan pembelajaran berbasis tantangan. Melalui pendekatan tersebut, para siswa SDN 4 Ketapang berhasil mengolah tanaman bawang Dayak menjadi minuman herbal bernilai manfaat.

Inovasi tersebut bermula dari upaya pemanfaatan lahan bekas kebakaran di lingkungan sekolah. Dari lahan yang sebelumnya tidak produktif, para siswa diajak untuk belajar secara langsung melalui praktik budidaya hingga pengolahan hasil tanaman. Proses pembelajaran berbasis praktik itu kemudian berkembang menjadi inovasi produk herbal yang lahir dari kreativitas para siswa.

Asykuriah, Guru sekaligus Ketua Adiwiyata SDN 4 Ketapang menjelaskan bahwa melalui pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa mengenali dan mengembangkan potensi di sekitar mereka, anak-anak mulai diajak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

“Inovasi olahan bawang dayak ini tidak terjadi secara instan, tetapi melalui proses yang cukup panjang. Awalnya kami hanya mengolah secara sederhana, kemudian terus dikembangkan agar lebih praktis dan mudah dikonsumsi,” ujarnya, dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5).

Seiring berjalannya proses pembelajaran, eksplorasi siswa terhadap bawang dayak terus berkembang. Dari pengolahan sederhana dalam bentuk rajangan, siswa mulai mencoba berbagai cara untuk menghasilkan produk yang lebih praktis dan mudah dikonsumsi. Dalam prosesnya, siswa melakukan berbagai percobaan sebagai bagian dari pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. 

“Dalam beberapa percobaan awal, hasilnya belum sesuai harapan. Bawang dayak yang seharusnya menjadi serbuk justru berubah seperti dodol karena prosesnya belum tepat. Tapi dari situ anak-anak belajar untuk terus mencoba dan memperbaiki, sampai akhirnya bisa mendapatkan hasil yang diinginkan,” tambah Asykuriah.

 

Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga pada cara belajar siswa. Mereka didorong untuk mengidentifikasi masalah, mencoba berbagai solusi, dan belajar dari proses.

 “Awalnya saya sempat takut kalau harus maju dan menjelaskan di depan orang lain. Tapi setelah sering mencoba, sekarang jadi lebih berani. Bahkan saya senang kalau diminta menjelaskan proses pembuatan bawang dayak ke orang lain,” ujar Nafisa, salah satu siswa SDN 4 Ketapang.

Dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Perdagangan setempat dalam memastikan aspek kualitas, keamanan, dan pengembangan produk. Kolaborasi dengan Puskesmas juga dilakukan untuk mendorong pemanfaatan tanaman herbal di masyarakat, sementara Bank Kalteng mendukung melalui fasilitas ruang produksi dan galeri penjualan, sehingga siswa juga juga memahami distribusi serta cara berinteraksi dengan konsumen.

Mendorong Inovasi melalui Pembelajaran Berbasis Tantangan

 Melalui Program Gerakan Transformasi Edukasi (GENERASI), pendekatan pembelajaran berbasis tantangan diterapkan untuk mendorong siswa lebih aktif mengeksplorasi potensi di sekitar mereka. Pendampingan ini membantu siswa belajar dari teori sekaligus melalui pengalaman langsung dalam menghadapi dan menyelesaikan tantangan.

Istimewa.

Firman Apriandi, pendamping Program Gerakan Transformasi Edukasi (GENERASI) Trakindo menjelaskan bahwa pengalaman ini mencerminkan pendekatan pembelajaran berbasis tantangan untuk membentuk pola pikir yang terus berkembang.

“Kuncinya ada di growth mindset atau pola pikir untuk terus tumbuh dan berkembang. Bu Asykur sebagai penggerak di SDN 4 Ketapang tidak berhenti pada satu inovasi, tetapi selalu terbuka untuk mencoba hal baru dan melihat tantangan sebagai peluang. Itu yang membuat inovasi di sekolah ini bisa berjalan konsisten, karena yang dibangun bukan hanya programnya, tetapi juga cara berpikirnya,” katanya.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendorong transformasi pembelajaran di sekolah. Upaya tersebut diperkuat melalui pendampingan yang mendorong sekolah mengembangkan cara belajar yang lebih kontekstual dan dekat dengan pengalaman siswa.

“Melalui Program Gerakan Transformasi Edukasi (GENERASI), Trakindo mendorong inovasi di tingkat sekolah sekaligus membangun pola pikir pembelajaran yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Kami melihat bahwa ketika sekolah konsisten mengembangkan cara belajar seperti ini, dampaknya dirasakan tidak hanya oleh siswa, tetapi juga oleh lingkungan di sekitarnya,” ujar Candy Sihombing, Corporate Communication & CSR Manager PT Trakindo Utama.

Artikel Terkait