Program Si Jame Perkuat Rantai Pasok Jahe Merah dan Buka Akses Pasar Petani Binaan CSR PAMA Indo
Kutai Timur, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site INDO bersama Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) PAMA Bessai Berinta mengembangkan Program Sinergi Jahe Merah (Si Jame) untuk mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil panen petani.
Melalui program CSR yang dimulai sejak 2025 ini, PAMA mendampingi petani di Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, agar budidaya jahe merah dapat berkembang menjadi usaha yang memiliki prospek pasar dan nilai tambah.
Kini, melalui kemitraan dengan UMKM binaan Dapur Jamu Ibu, petani tidak hanya memperoleh pendampingan budidaya, tetapi juga akses pasar melalui kesepakatan jual beli hasil panen.
Perjalanan ini dimulai pada 30 April 2025 melalui pelatihan budidaya dan pascapanen hortikultura produk rimpang yang diikuti 19 petani. Bertempat di rumah Bapak Imbar, kegiatan tersebut menghadirkan Hartanto, praktisi budidaya jahe dari Tapin, Kalimantan Selatan, untuk berbagi pengetahuan mulai dari persiapan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan, hingga penanganan pascapanen.
Pelatihan dilengkapi praktik langsung di kebun percontohan agar petani mampu menerapkan teknik budidaya secara tepat dan menghasilkan jahe merah dengan kualitas serta produktivitas yang lebih baik.

Komitmen pendampingan kemudian berlanjut hingga musim tanam kedua pada Juli 2026. Tim CSR PAMA INDO bersama LPB PAMA Bessai Berinta secara berkala melakukan monitoring dan kunjungan lapangan untuk memastikan perkembangan tanaman berjalan sesuai rencana.
Sebanyak delapan petani telah melakukan penanaman, sementara dua petani lainnya mempersiapkan lahan dan menjaga kualitas bibit sebelum ditanam. Untuk mendukung keberlangsungan usaha tani, program ini juga memfasilitasi akses pembiayaan melalui Koperasi KSPPS Berkah Sejahtera bagi tiga petani, yaitu Usman, Rais, dan Parakkasi.
Seiring berkembangnya budidaya, tantangan berikutnya adalah memastikan hasil panen dapat terserap pasar. Melalui Program Si Jame, CSR PAMA INDO dan LPB PAMA Bessai Berinta mempertemukan petani dengan Dapur Jamu Ibu sebagai UMKM binaan yang berpotensi menyerap hasil panen untuk diolah menjadi produk minuman rempah bernilai tambah.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun rantai pasok jahe merah yang terintegrasi, dari budidaya hingga pemasaran, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani.
Tonggak penting program ini ditandai dengan Panen Perdana Jahe Merah pada 10 Agustus 2026 di lahan Kelompok Tani Hutan (KTH) Karya Bersama Polmas milik Nasruddin. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan PT Indominco Mandiri, CSR PAMA INDO, perangkat desa, dan penyuluh kehutanan, serta Dapur Jamu Ibu.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dapur Jamu Ibu dan petani binaan sebagai landasan kerja sama jual beli hasil panen jahe merah. Kesepakatan ini menjadi capaian penting bagi petani dalam memperoleh akses pasar yang lebih terarah dan memperkuat keberlanjutan usaha budidaya.
Pendampingan tetap berlanjut setelah panen perdana. Pada 30 Agustus 2026, tim LPB bersama Hartanto kembali mengunjungi 10 titik lahan percontohan untuk memantau perkembangan tanaman dan memberikan rekomendasi teknis kepada petani.