PT Agincourt Resources Sabet Lima Penghargaan CSR

PT Agincourt Resources Sabet Lima Penghargaan CSR

Jakarta-TAMBANG. Apresiasi kembali diterima PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe. Kali ini di ajang CSR Indonesia Awards 2018, program CSR perusahaan  berhasil meraih lima penghargaan. Kelima penghargaan tersebut mewakili lima program CSR unggulan yang secara konsisten dikelola.

 

Kelima penghargaan tersebut berupa penghargaan Bronze Kategori Cipta Karsa Mandiri untuk program Pemberdayaan Kelompok Tani Penangkar Padi. Lalu penghargaan Bronze kategori Didaktika Pratama Unggul untuk program Taman Baca Anak, penghargaan Silver Kategori Cipta Guna Sehati untuk program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Lalu penghargaan Gold masing-masing kategori yakni Reka Karsa Sosial untuk program Operasi Katarak Gratis dan Gagas Inova Karya untuk Pemberdayaan Kelompok Pemuda Kreatif COMAPRO.

 

Tidak hanya itu, seja 2011  sudah ada empat orang dokter spesialis mata di Sumatra Utara yang belajar di Tilganga Institute of Ophthalmology di Nepal. Disana mereka di bawah supervisi langsung dr. Sanduk Ruit. Diharapkan para dokter ahli ini dapat menyumbangkan keahliannya kepada masyarakat kurang mampu.

 

“Kami berterima kasih atas penghargaan-penghargaan ini. Semoga bisa menjadi pemacu kami untuk berkontribusi lebih pada pengembangan masyarakat lingkar tambang yang berkelanjutan,” jelas Wakil Presiden Direktur PT Agincourt Resources Linda Siahaan.

 

Linda menegaskan masyarakat Tapanuli Selatan khususnya yang berada di lingkar tambang merupakan pemangku kepentingan utama bagi operasional Tambang Emas Martabe. Sementara pemangku kepentingan lainnya adalah pemerintah daerah, pemuka adat dan agama, LSM, akademisi, dan media massa.

 

Tambang Emas Martabe menurut Linda berkomitmen agar masyarakat mendapatkan manfaat secara langsung dari operasional perusahaan. Strategi program pengembangan masyarakat pun disusun dengan mempertimbangkan aspek jangka panjang.

 

Untuk diketahui, Program Pemberdayaan Kelompok Pemuda Kreatif COMAPRO dimulai pada 2016. Para pemuda setempat dibina untuk mengolah sampah dan barang bekas menjadi pupuk kompos dan kerajinan.

 

Hingga sekarang, COMAPRO telah menghasilkan 140 ton kompos organik. Pupuk ini dijual pada kelompok tani di Batangtoru yang butuh pupuk kompos. Juga menjadi pemasok kompos bagi Tambang Emas Martabe untuk reklamasi tambang.

 

Sementara Operasi Katarak Gratis merupakan program tahunan yang dilakukan sejak 2011. Bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan A New Vision dan Kodam I Bukit Barisan. Program ini telah memberi manfaat langsung kepada total 6.289 orang dan manfaat tidak langsung kepada lebih dari 25.000 orang. Operasi Katarak Gratis yang digelar Tambang Emas Martabe menggunakan metode cepat, aman yang ditemukan dr. Sanduk Ruit dari Tilganga Institute of Ophthalmology di Nepal.

 

Lalu program STBM dilakukan bersama Dinas Kesehatan Tapsel sejak 2015. Salah satu pilar utama STBM adalah Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF). Hingga akhir 2016, belum ada satu desa pun yang ODF.

 

Hasilnya pada 2017 dua desa yakni Batuhula dan Telo berhasil mendeklarasikan status ODF. Tahun ini, ditargetkan 10 desa lainnya di Batangtoru mencapai status yang sama.

 

Program pemberdayaan kelompok tani penangkar padi merupakan solusi bagi pertanian padi konvensional di Batangtoru yang memiliki keterbatasan terhadap benih unggul bersertifikat. Program ini menjadi pionir kelompok tani yang mampu menghasilkan benih unggul bersertifikat di Batangtoru.

 

Hingga akhir 2017 sudah ada 70 orang petani yang mendapat manfaat, dengan luas areal tanah 15 hektare. Adapun varietas benih yang dihasilkan yakni Taoti Label Putih, dan Situbagendit Label Ungu. Ada juga Inpari 9 Label Ungu. Seluruhnya menggunakan metode tanam SRI. Jumlah produksi benih mulai 2016 hingga akhir 2017 mencapai lebih dari 60.000 kg.

 

Program lainnya adalah Taman Baca Anak yang dimulai sejak 2009. Ini menjadi fasilitas bagi anak-anak di desa-desa lingkar tambang menambah pengetahuan dan berkesenian seperti menari.  Saat ini sudah ada 14 Taman Baca Anak di Batangtoru dan Muara Batangtoru dengan total koleksi mencapai lebih dari 15.000 buku.

 

Setiap Taman Baca Anak juga dikelola sendiri oleh pemuda setempat. Setiap tahunnya, untuk memfasilitasi kegiatan kreatif masing-masing Taman Baca Anak, Tambang Emas Martabe juga menggelar Pentas Seni Anak.

 

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono menambahkan, proyek Tambang Emas Martabe sejak awal telah melaksanakan kegiatannya sesuai dengan prinsip tanggung jawab sosial perusahaan. Izin sosial tidak hanya diperlukan untuk memastikan kelancaran operasional, tapi juga mempertahankan reputasi Tambang Emas Martabe sebagai perusahaan pertambangan berkelas dunia yang menjunjung tinggi praktik berkelanjutan.

 

“Kami mengakui dan menyadari bahwa keberhasilan jangka panjang Tambang Emas Martabe  bergantung pada dukungan dan kepercayaan masyarakat. Penerimaan masyarakat akan bergantung pula pada seberapa baik perusahaan mengelola berbagai faktor penting termasuk penyediaan manfaat sosial,”kata Katarina.

 

Hingga saat ini program-program pengembangan masyarakat Tambang Emas Martabe fokus pada lima sektor yakni kesehatan, pendidikan, pertanian, pengembangan ekonomi lokal, dan infrastruktur.  “Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lingkar tambang,”pungkas Katarina.


Note: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Komentar tidak boleh mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, fitnah, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Redaksi berhak menyunting komentar yang dikirim, tanpa mengubah makna.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close