Beranda ENERGI Energi Terbarukan PTBA Budidayakan Kaliandra Merah Jadi Energi Biomassa

PTBA Budidayakan Kaliandra Merah Jadi Energi Biomassa

Tanaman Kaliandra Merah
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail menyiram tanaman kaliandra merah yang nantinya akan digunakan sebagai bahan co firing PLTU. Dok: Istimewa

Jakarta, TAMBANG – Perusahaan tambang batu bara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membudidayakan tanaman kaliandra merah untuk dikembangkan menjadi energi biomassa. Hal ini ditandai dengan Soft Launching Reklamasi Bentuk Lain untuk Pengembangan Budidaya Kaliandra Merah di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, Senin (9/10).

Kaliandra merah tersebut nantinya akan diolah menjadi wood pellet yang merupakan bahan bakar campuran batu bara (co firing) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail mengungkapkan, budidaya kaliandra merah merupakan salah satu langkah PTBA dalam mendukung transisi energi demi mencapai target net zero emission pada 2060 yang ditetapkan Pemerintah.

“PTBA terus menjalankan transformasi untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan. Kaliandra merah diharapkan dapat menjadi sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Selaras dengan kebijakan Pemerintah mengenai pengurangan emisi,” ucap Arsal.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha PTBA, Rafli Yandra menerangkan bahwa tanaman kaliandra merah dipilih karena kayunya memiliki nilai kalor yang tinggi, pertumbuhannya cepat, mudah tumbuh pada berbagai kondisi, serta cepat bertunas.

“Kaliandra merah juga menyerap karbon dari udara untuk memproduksi biomassa. Dengan mencampurkan biomassa dan batu bara, maka emisi dapat dikurangi,” ujar Rafli.

Dalam budidaya kaliandra merah, PTBA melibatkan tim peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Penanaman kaliandra merah di atas lahan seluas 80 hektare (ha) ini berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 119,18 ton/ha/tahun. Selain itu juga menjadi penyimpan biomassa sebesar 11.805 ton untuk dijadikan wood pellet dengan kalori berkisar 4.500-4.700 kcal/kg, yang diharapkan bisa digunakan untuk co firing PLTU.

Sebagai informasi, dalam upaya menurunkan emisi karbon PTBA juga telah melakukan berbagai macam cara di antaranya penerapan Eco Mechanized Mining atau mengganti peralatan pertambangan yang menggunakan bahan bakar fosil menjadi elektrik.

Kemudian konsisten mereklamasi lahan, mengganti bahan perusak ozon dengan bahan lain yang ramah lingkungan, Pilot Project co Firing PLTU Mulut Tambang di Sumatera Selatan dan sebagainya.