Resmi, MC Group Teken Dua MoU Penjualan 550 Unit Truk Shacman dengan Dua Perusahaan Ini

MC Group

Jakarta, TAMBANG – MC Group resmi menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) penjualan Truk Shacman dengan dua perusahaan.

Pertama, dengan PT Atlas Resource Tbk (AR) melalui anak usaha PT Karimata Multi Prima untuk pembelian 500 unit truk Shacman tipe F3000. Kedua, dengan PT Bumi Daya Kencana untuk pembelian 50 unit truk Shacman yang juga tipe F3000. Acara ini dilaksanakan di Gedung Springhill Office Lantai 5, Jakarta Utara,  Rabu (21/8). 

Founder TB Global Group, induk usaha dari MC Group, Toni Lim mengucapkan terima kasih atas kerja sama tersebut. Agar operasional truk untuk pengangkutan batu bara ini tetap optimal, Toni menyebut pihaknya bakal membangun fasilitas purna jual seperti pengadaan bengkel dan Gudang spare part.

“Terima kasih atas kepercayaan Atlas Group yang sudah memilih Shacman menjadi mitra dalam pengadaan unit angkutan batu bara dan berkomitmen untuk menjalin kerja sama berkelanjutan di masa yang akan datang. Untuk mendukung kelancaran operasional bersama, dalam waktu dekat kami akan membangun fasilitas bengkel besar dan gudang sparepart di lokasi kerja Atlas Group,” tutur Toni Lim.

Toni juga berharap, kerja sama ini tetap terjalin di masa mendatang untuk memperkuat ketiganya dalam industri transportasi di dalam negeri.

“Penandatanganan ini diharapkan menjadi titik awal dari kolaborasi yang lebih erat antara MC Group, PT Karimata Multi Prima, dan PT Bumi Daya Kencana di masa mendatang, serta memperkuat posisi ketiganya dalam industri transportasi di Indonesia,” imbuh dia.

Sementara, President Director PT Atlas Resources Tbk (AR), Andre Abdi menyampaikan bahwa pembelian truk ini untuk meningkatkan target produksi di HUB Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

“Pembelian atau penambahan unit ini bertujuan untuk meningkatkan target produksi perseroan di HUB Musi Rawas Utara. Harapannya, kerja sama ini dapat berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang maksimal,” ungkap Andre Abdi.

Turut hadir dalam seremonial penandatanganan MoU, Hans J selaku Vice President Director PT Atlas Resources Tbk, I Wayan Sujasman selaku President Director PT Karimata Multi Prima, Suwandi selaku President Director PT Bumi Daya Kencana DAN Dirmanto Chang selaku Director MC Group.

Acara ini diawali dengan ramah tamah antara MC Group, PT Karimata Multi Prima dan PT Bumi Daya Kencana, lalu dilanjutkan dengan pemberian kata sambutan dari perwakilan masing-masing, yang menekankan pentingnya sinergi dalam memperkuat industri transportasi dan alat berat di Indonesia.

Realisasi Produksi Batu Bara RI Capai 474,83 Juta Metrik Ton per Hari Ini

Artikel Terkait

Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan Indonesia memasuki fase operasional yang semakin menuntut efisiensi dalam segala aspek. Mulai dari tekanan produksi, kenaikan biaya operasional, kebutuhan untuk menjaga keandalan alat berat, serta implementasi B50 mendorong pelaku tambang harus memperkuat disiplin perawatan dan mengurangi risiko downtime. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertambangan

By Egenius Soda
Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Jakarta, TAMBANG - Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman menyoroti pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang dinilai perlu memberikan kepastian hukum bagi investasi jangka panjang, termasuk sektor pertambangan. Kepastian regulasi dianggap penting agar pengembangan sumber daya alam di wilayah kepulauan dapat berjalan seiring dengan kepentingan pembangunan

By Rian Wahyuddin