SAE Awali Pengeboran Wellpad F dengan Doa Bersama

SAE Awali Pengeboran Wellpad F dengan Doa Bersama
Presiden Direktur PT SAE Daniel Moelk dan Direktur PT SAE Bregas H Rochadi saat memberikan sambutan pada acara doa bersama pengeboran wellpad F di Brebes, Kamis (13/9)

Brebes, TAMBANG  – PT Sejahtera Alam Energy (SAE) selaku pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Gunung Slamet, kembali melanjutkan program eksplorasi pengeboran (drilling) di wellpad F pada 17 September nanti.

 

Prosesi pengeboran di wellpad F dimulai dengan prosesi doa bersama. Acara ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Banyumas, Budi Wibowo, perwakilan Pemerintah Kabupaten Brebes, Kepolisian dan TNI, para ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat sekitar pembangunan PLTPB Gunung Slamet yang dikembangkan oleh PT SAE.

 

“Acara doa bersama dilakukan, supaya pengeboran di wellpad F bisa berjalan lancar. Kedua, semoga kegiatan lainnya bisa berjalan lancar, misalnya pengendalinan lingkungan dan penanganan dampak lingkungan. Jadi kami mengajak untuk doa bersama untuk kelancaran pekerjaan ini,” kata Direktur PT SAE Bregas H Rochadi, disela-sela acara  doa bersama pengeboran wellpad F, di utilities area PLTPB Gunung Slamet, Brebes, Kamis (13/9).

Presiden Direktur PT SAE Daniel Moelk dan Direktur PT SAE Bregas H Rochadi berfoto bersama Pj Bupati Banyumas Budi Wibowo, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 dan 2, KH Labib Shodiq Suhaeimi dan Gus Sholah, bersama Muspika Kabuoaten Banyumas dan Brebes usai kegiatan doa bersama pengeboran wellpad F, Kamis (13/9)

 

Bregas menambahkan, rencananya pengeboran wellpad F dilakukan berbareng dengan proses doa bersama. Namun karena masih ada kendala teknis, belum rampungnya persiapan rig dan belum dilakukannya inspeksi dari pemerintah sesuai tanggal yang diharapkan. Maka rencana pengeboran akan dilakukan pada 17 September nanti.

 

“Kami rencana tanggal 14 September, namun masih ada kendala teknis belum selesai persiapan untuk rig. Karena ini harus ada inspeksi dulu oleh pemerintah sebelum dilakukan pengeboran. Kami usahakan bisa bersamaan, namun karena susah untuk menyamakan waktu maka doa bersama dilakukan lebih dahulu. Kan doa bersama bisa dilakukan kapan saja,” tutur Bregas.

 

Pengeboran di wellpad F ini, adalah salah satu dari rencana pengeboran di empat hingga enam wellpad yang dilakukan di tahap pertama hingga tahun 2020 nanti. Pengeboran di wellpad F ini, diharapkan akan menghasilkan uap panas bumi yang layak untuk dikembangkan menjadi energi listrik.

 

 

Bregas melanjutkan, posisi wellpad F berada di ketinggian 1.400 meter dari atas permukaan laut, lebih rendah dari wellpad H yang berada pada ketingian 1.900 meter dari permukaan laut. Sama halnya dengan wellpad H, rencana pengeboran di wellpad F akan dilakukan sedalam 3.500 meter. Pada wellpad kedua ini, Bregas optimis akan didapatkan hasil yang diharapkan karena berdasarkan data, di wellpad F adalah pusatnya panas bumi di Gunung Slamet.

 

Sementara  Presiden Direktur  PT SAE Daniel Moelk mengatakan, kegiatan doa bersama ini menunjukkan sikan religius masyarakat Indonesia. Sehingga PT SAE merasa penting untuk melakukan kegiatan ini demi kelancaran proses pengeboran.

 

“Ini adalah kepercayaan yang baik dan saya suka dengan acara doa bersama ini. Karena kita semua berharap pengeboran ini berjalan sukses,” kata Daniel Moelk.

 

Terkait dengan pengeboran, Daniel mengatakan,  rencananya proses pengeboran di wellpad F akan berlangsung selama 60 hari ke depan.

 

“Diperkirakan di wellpad F akan menghasilkan 6-7 mega watt (mw). Untuk teknologi kita menggunakan teknologi baru jenis feet (mata bor), sehingga masa pemakaiannya lebih lama dan lebih aman,” kata Daniel Moelk.

 

Untuk mempersiapkan pengeboran di wellpad F, PT SAE yang mendapatkan perpanjangan izin eksplorasi hingga tahun 2020, sudah merampungkan pekerjaan infrastruktur jalan untuk dipergunakan mobilisasi alat-alat berat menuju wellpad F.

 

Selanjutnya, setelah selesai melaksanakan pengeboran di wellpad F, PT SAE merencanakan untuk melanjutkan pekerjaan ke wellpad N yang terletak kurang lebih 1 km di tenggara wellpad F. Serta titik sumur lainnya yang dipersiapkan dengan posisi berlawanan arah.

 


Note: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Komentar tidak boleh mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, fitnah, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Redaksi berhak menyunting komentar yang dikirim, tanpa mengubah makna.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close