SAE Kembali Fokus Penanganan Lingkungan Sekitar PLTPB Gunung Slamet

SAE Kembali Fokus Penanganan Lingkungan Sekitar PLTPB Gunung Slamet
Curug Cipendok saat kembali jernih pada Oktober lalu

Banyumas , TAMBANG – PT Sejahtera Alam Energy (SAE), pelaksana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Slamet, saat ini  memfokuskan diri dalam penanganan lingkungan di sekitar Curug Cipendok dan Sungai Prukut yang kembali keruh.

 

Direktur PT SAE, Bregas H Rochadi, mengatakan saat ini pihaknya tengah mendata dampak apa saja yang terjadi usai hujan deras sejak akhir Oktober lalu. PT SAE juga tengah menelusuri penyebab utama keruhnya sejumlah sungai tersebut.

 

Hanya saja, Bregas menduga, keruhnya aliran sungai disebabkan oleh sisa sedimentasi dari eksplorasi awal berupa pembukaan lahan untuk membangun jalan. Tanah dan material lain terbawa hingga tengah hutan atau aliran-aliran air.

 

Sebab saat turun hujan deras, sedimen itu kembali hanyut terbawa aliran sungai hingga ke wilayah permukiman penduduk di wilayah hilir dan menyebabkan air keruh.

 

“Sekarang kan aktivitas di atas itu kan pembuatan jalan sebenarnya sudah tidak ada. Sudah tidak ada pekerjaan konstruksi,” jelas Bregas.

 

Lebih lanjut Bregas menjelaskan, saat ini PT SAE tak lagi membangun jalan atau infrastruktur lain yang berpotensi berdampak keruhnya sungai. Kegiatan PT SAE saat ini adalah pengeboran di Well Pad F, setelah pengeboran di Well Pad H dihentikan lantaran tak seperti yang diharapkan.

 

“Sekarang sedang fokus ke Wellpad F, ke kegiatan pengeborannya. Jadi untuk infrastrukturnya kita hanya maintenance saja,” pungkas Bregas.

 

 


Close
Close