Sambut Era Mobil Listrik, ABB Indonesia Tawarkan Beragam Alat Pengisian Baterai

Sambut Era Mobil Listrik, ABB Indonesia Tawarkan Beragam Alat Pengisian Baterai

Jakarta, TAMBANG – Produsen alat kelistrikan, ABB Indonesia siap menyambut era mobil listrik di tanah air. Perusahaan asal Swiss itu, menawarkan alat isi ulang baterai litium dengan beragam pilihan daya, mulai dari skala 4,6 kilowatt hingga 350 kilowatt.

 

Presiden Direktur ABB Indonesia, Michel Burtin mengatakan, pihaknya sudah memproduksi pengisian daya atau charger mobil listrik sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, varian charger 50 kilowatt besutan ABB, berhasil menjadi produk terlaris di kelasnya untuk pasar Eropa dan Amerika Utara.

 

“ABB punya pengalaman dalam mendesain, manufaktur, dan instalasi infrastruktur isi ulang kendaraan listrik. Kami punya bermacam pilihan charger, mulai dari yang kecil hingga yang besar,” ungkap Michel saat dijumpai dalam ajang pameran Electric and Power Indonesia di Jakarta, Selasa (11/9).

Presiden Direktur ABB Indonesia, Michel Burtin

Untuk varian kapasitas 350 kilowatt, ABB menyematkan fitur fast charging. Dengan spesifikasi tertentu, fitur tersebut dapat mengisi penuh baterai mobil listrik dalam durasi 5 menit.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur ABB Indonesia, Dodon Ramli. Menurutnya, varian fast charging cocok untuk dipasang di tempat pengisian ramai, seperti di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

 

“Baterai mobil kita rata-rata 50 kilowatt. Kalau mau cepat ya pakai (charger) yang 350 kilowatt, tinggal dibagi mau berapa menit. Bisa mintanya 5 menit penuh, asalkan mobilnya juga menyesuaikan, harus bisa berkomunikasi. Ini cocoknya untuk tempat umum” tuturnya.

 

Untuk alat isi ulang versi rumahan, ABB menyediakan tipe wallbox berkapasitas 4,6-24 kilowatt. Ukuran fisiknya tidak terlalu besar, pemasangan menempel di dinding.

Direktur ABB Indonesia, Dodon Ramli memamerkan alat isi ulang mobil listrik yang cocok dipasang di rumah

 

Menurut Dodon, beberapa pabrikan kendaraan listrik di Indonesia sudah banyak yang melirik produk ABB. Tapi belum sampai naik ke level kontrak pembelian.

 

“Masih wait and see, kan regulasi soal mobil listrik juga baru keluar. Dari diler mobil baru tanya, belum ada deal. Intinya, kalau era mobil listrik dipercepat, kami sudah siap,” ujar Dodon.

 

Sebagai informasi, ABB telah memasang model percontohan fast charging di kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi di Serpong, Tangerang Selatan, Banten.


Note: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Komentar tidak boleh mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, fitnah, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Redaksi berhak menyunting komentar yang dikirim, tanpa mengubah makna.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close