Sanggar Sarana Baja Pamerkan Mounted Crane PK 53002 SH, Solusi Lifting Pertambangan

Sanggar Sarana Baja

Jakarta, TAMBANG – PT Sanggar Sarana Baja (SSB), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) yang bergerak di sektor rekayasa industri, yang merupakan dealer resmi Palfinger untuk sektor pertambangan, bekerja sama dengan Palfinger Asia Pacific menggelar acara Palfinger APAC Owners Club Indonesia Series. Acara bertema “Together for Optimal Performance: The Synergy of SSB & Palfinger Technologies” diselenggarakan di Jakarta, Selasa (5/11).

Acara gathering tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Palfinger APAC Owners Club Indonesia Series pertama yang telah diumumkan pada ajang SSB Golf Day 2023 di Bali pada 2023, sekaligus untuk memberikan informasi terkait Palfinger Customer Loyalty Program.

Gathering tahun kedua yang diadakan di Jakarta kali ini berkonsep casual lunch dan dihadiri 35 customer dari 15 perusahaan yang bergerak di sektor mining contractor, mining owner, dan truck dealer tersebut bertujuan untuk menampilkan engineering capability SSB dalam mengembangkan mounted crane. Di ajang tersebut juga dihadirkan unit Mounted Crane PK 53002 SH sebagai lifting solution yang diberikan SSB.

“Kami ingin menunjukkan perspektif engineering capability yang dilakukan SSB, khususnya di sektor alat berat pertambangan. Customer akan melihat bahwa SSB telah berhasil mengembangkan mounted crane terbaru yang unitnya kami tampilkan di area Cibis Park Zone 1. Kami juga memberikan kesempatan kepada customer untuk menjajal kemampuan mounted crane pada sesi trial di lokasi acara,” jelas Direktur SSB Johan Budisusetija.

Kurangi Beban Bunga dan Perkuat Neraca Keuangan, ABMM Refinancing Fasilitas Kredit Senilai USD 395 Juta

Johan berharap melalui acara tersebut customer semakin percaya dengan produk-produk mounted crane Palfinger dan semakin melihat kemampuan engineering SSB sebagai penyedia solusi di sektor pertambangan Indonesia.

“Kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada sister company kami, Cipta Kridatama dan Chakra Jawara, karena mengizinkan kami menggunakan unit mounted crane yang telah dibeli dari SSB. Sehingga hari ini kita semua bisa melihat dan mencoba secara langsung unit tersebut, sebelum nantinya dikirim ke site,” lanjut Johan.

Selain itu, Edy Melfizon selaku Group Head Business Development Sanggar Sarana Baja memperkenalkan loyalty program yang memungkinkan pelanggan mendapatkan benefit ekstra sebagai bentuk apresiasi untuk setiap pembelian produk Palfinger.

Sejumlah perusahaan turut hadir dalam acara Palfinger APAC Owners Club Series tersebut, di antaranya Putra Perkasa Abadi, Trakindo, BUMA, Liebherr, Sapta Indrasejati, Cipta Kridatama, Chakra Jawara, Petrosea, Bumi Suksesindo, serta beberapa perusahaan lain.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin