Satgas Gakkum PETI Masih Diproses, Menteri ESDM: Kekayaan SDA 3000 Triliun Harus Diawasi

Satgas Gakkum PETI Masih Diproses, Menteri ESDM: Kekayaan SDA 3000 Triliun Harus Diawasi

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyatakan Satuan Tugas Penegakkan Hukum (Satgas Gakkum) pertambangan tanpa izin (PETI) atau illegal mining sejauh ini masih dalam proses di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

“Kita kemarin sudah ngomong sama PAN-RB, prinsipnya sudah dipahami, ya sedang berproses, mudah-mudahan saja bisa ada,” ungkap Arifin saat ditemui di Gedung ESDM, (Jumat 19/5).

Dia berharap, unit penindak para pencoleng itu bisa segera diresmikan sehingga pihaknya bisa lebih leluasa mengawasi semua sumber daya alam yang dimiliki, baik dari sektor minyak, gas, mineral maupun batu bara.

“Sehingga memang ESDM bisa melakukan pengawasan dan penertiban,” ucap Menteri Arifin.

Jika dikalkulasi, imbuh Arifin, potensi sumber daya alam dari migas dan minerba bisa mencapai 3000 triliun. Karena itu, dibutuhkan satu lembaga untuk mengawasi dan menertibkan oknum-oknum yang menggasak kekayaan tersebut sebagaimana dilakukan oleh PETI.

“Ya bayangin aja, ESDM itu kan sumber daya alam baik minyak, gas, minerba, itu kalau dihitung-hitung, kan 3000 T lebih, makanya harus betul-betul diawasi, dikelola dengan sebaik-baiknya,” pungkas dia.

Sebelumnya Arifin menuturkan bahwa status satgas gakkum peti di kemenpan RB sudah masuk izin Prakarsa. Diketahui, pembentukan satgas ini bertujuan untuk membersihkan bisnis pertambangan dari praktik illegal mining yang sudah parah.

Karena itu, penanganannya harus melibatkan banyak pihak seperti dengan menggandeng Kementerian Politik, Hukum dan Ham (Kemenko Polhukam), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) dan lain-lain.

“Karena kebutuhan untuk penanganan illegal mining ini sudah sangat mendesak, makanya diambil inisiatif oleh Menkopolhukam-Marves untuk membuat Satgas Gabungan. Karena untuk menangani masalah di lapangan ini membutuhkan koordinasi dan kerja sama dengan semua pihak,” ucap Arifin akhir Maret lalu.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda