Siap-Siap, PETI Hingga Mafia Tambang Bakal Diberantas Ditjen Gakkum ESDM

Gakkum ESDM

Jakarta, TAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal menindak tegas praktik-praktik culas di sektor industri pertambangan dan energi melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum). Ditjen baru ini direncanakan dipimpin militer atau unsur dari penegak hukum.

“Dirjen Gakkum akan dipimpin kalau tidak polisi, TNI kalau tidak, jaksa. Dengan demikian maka penyelesaian konflik-konflik sudah terselesaikan di Kementerian ESDM,” ungkap Bahlil saat membuka Minerba Expo 2024 di Jakarta, dilansir Selasa (26/11).

Selain memberantas pertambangan tanpa izin (PETI), Ditjen Gakkum nantinya bakal menindak serius oknum yang mengutak-atik regulasi supaya mendapat izin dari Kementerian ESDM. Kata Bahlil, di lapangan masih banyak ditemukan kasus di mana perusahaan misalnya dinyatakan tidak memenuhi syarat perpanjangan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) atau perpanjangan IUP, tapi nyatanya masih bisa lolos di Pengadilan.

“Supaya clear barang ini. Karena kalian lolos pun di pengadilan, begitu dicek oleh Dirjen Minerba, tidak masuk dalam data rekom, itu Minerba One Data Indonesia (Modi-red) gak bisa dikeluarkan. Modinya gak bisa dikeluarkan,” ujar Bahlil.

“Terus berdebat lagi. Ini kan MA sudah memutuskan, kok gak dihargai oleh Dirjen Minerba? Padahal itu dokumen yang, mohon maaf, masih diragukan keaslian dan kebenarannya,” imbuh Bahlil.

Bahlil Tagih Program Hilirisasi Batu Bara Pemegang PKP2B

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, Tri Winarno menjelaskan Ditjen Gakkum ini juga bakal menindak badan usaha yang melaksanakan operasional yang tidak sesuai dengan status IUP yang dikeluarkan ESDM. Misalnya, IUP perusahaan tersebut berstatus eksplorasi, tapi malah melakukan operasi produksi.

“(PETI) pastilah, tapi ada hal-hal lain yang tidak sesuai misalnya eksplorasi, dia melakukan produksi itu kan pidana. Kemudian melakukan penambangan tanpa izin  itu pidana kalau di Minerba. Kalau di sektor-sektor lain saya juga itu yang related dengan Kementerian ESDM,” jelas Tri.

Tri menyampaikan, Ditjen Gakkum bertugas untuk mengawal berjalannya Undang-Undang yang ada di Kementerian ESDM meliputi UU Minerba, UU Migas, UU Panas Bumi dan UU ketenagalistrikan. Ditjen Minerba, kata Tri, siap bersinergi dengan Ditjen anyar ini untuk memberantas pelanggaran-pelanggaran yang ada di sektor pertambangan mineral dan batu bara.

“Ditjen Gakkum pasti bersinergi dengan Minerba. Karena penegakkan hukum nantinya, Ditjen Gakkum akan mengawal undang-undang (UU) yang ada di Minerba, undang-undang yang ada di Migas, UU Panas Bumi dan UU yang ada di Ketenagalistrikan. Jadi sangat diperlukan,” pungkas Tri. 

Artikel Terkait

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas  300 Metrik Ton Per Hari

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA) mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI) dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (CO₂) di Bontang, Kalimantan Timur. Fasilitas ini diresmikan pada 22 Oktober 2026 yang memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari. TRIPATRA menjalankan

By Egenius Soda
PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin