Jakarta,TAMBANG,- Ditengah sejumlah tantangan terhadap pertambangan nikel Indonesia ada berita positif diawal tahun 2026. Nickel Industries, perusahaan tambang nikel asal Australia mengumumkan kesepakatan dengan perusahaan asal Korea Selatan. Dijelaskan Perusahaan material asal Korea Selatan Sphere Corp akan berpartisipasi dalam proyek refinery nikel di Indonesia. Sphere akan mengakuisisi 10% saham pada proyek Excelsior Nickel Cobalt (ENC) high-pressure acid leach (HPAL) di Indonesia. Nilai transaksi yang disepakati sebesar US$ 2,4 miliar.
Nickel Industries dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa Sphere akan membeli saham tersebut dari perusahaan berbasis di Hong Kong, Decent Resource. Sementara Nickel Industries tetap mempertahankan kepemilikan pada proyek tersebut sebesar 44%.
Sebagaimana diketahui, Proyek ENC HPAL ada di Sulawesi Tengah ini. Proyek ini disebut-sebut akan menjadi proyek HPAL pertama di dunia yang mampu memproduksi tiga produk nikel kelas satu (class-1 nickel), yakni mixed hydroxide precipitate (MHP), nikel sulfat, dan nikel katoda.
Sementara Sphere Corp sendiri adalah pemasok paduan khusus untuk SpaceX milik Elon Musk. Perusahaan akan menyerap (offtake) hasil produksi nikel sesuai dengan porsi kepemilikannya. Selain itu, Sphere juga menandatangani perjanjian offtake tambahan untuk volume nikel di luar porsi 10% kepemilikannya dengan harga pasar. Nickel Industries memperkirakan proses pendanaan transaksi ini akan rampung pada awal kuartal I-2026.
Pengumuman resmi ini ini menjadi berita positif bagi industri nikel nasional. Ini juga diharapkan menjadi sentiment positif bagi pasar nikel global dan khusus bagi Indonesia.







