Sudirman Said Resmikan Tiga Jenis Infrastruktur Gas

Jakarta-TAMBANG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said meresmikan Infrastruktur Jaringan Gas (Jargas) Bumi untuk Rumah Tangga, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan pengoperasian lima unit Gas Transportation Module (GTM) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pembangunan infrastruktur Jargas dan SPBG merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan pelayanan umum dalam penyediaan energi yang murah, bersih, aman dan mudah pemakaiannya serta mengurangi beban subsidi BBM khususnya subsidi minyak tanah dan LPG, yang merupakan komponen subsidi terbesar.

“Jargas dan SPBG ini merupakan bukti komitmen yang sungguh-sungguh dari Pemerintah untuk mewujudkan diversifikasi dan konservasi energi melalui program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Hal ini diwujudkan dengan membangun infrastruktur gas yang bersumber dari anggaran APBN dan penugasan kepada BUMN, dalam hal ini PT Pertamina (Persero),” jelas Sudirman, Kamis (3/3).

Pembangunan jargas dan SPBG ini tentunya akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Terkait jargas, harga gas yang dihasilkan lebih murah daripada menggunakan LPG dan dalam jangka panjang dapat menekan subsidi serta impor BBM. Selain itu, dari sisi lingkungan, jargas menghasilkan emisi yang lebih bersih dibanding BBM dan kayu bakar. Dalam hal ketersediaan, jargas memudahkan masyarakat untuk memperoleh gas yang diperlukan setiap saat.

Terdapat pula berbagai manfaat SPBG, antara lain adalah biaya bahan bakar yang lebih murah (harga CNG lebih murah 20-60% dari harga BBM) dan biaya perawatan yang lebih rendah karena pembakaran yang lebih bersih. Selain itu, dengan cadangan gas alam dari dalam negeri yang mencukupi, pemanfaatan SPBG tidak bergantung pada kegiatan impor dan relatif tidak terpengaruh oleh naik turunnya nilai valuta asing. Dari sisi lingkungan, SPBG menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih. Di samping itu, SPBG juga dapat mendorong berkembangnya usaha-usaha penunjang di bidang gas, seperti pabrikasi mekanikal dan bengkel.

“Melihat banyaknya manfaat dari pembangunan jargas dan SPBG, maka dukungan dari setiap pihak adalah kunci utama dalam percepatan pemanfaatan gas bumi. Maka dari itu, kami harapkan program pembangunan infrastruktur akan selalu mendapat dukungan dari instansi-instansi terkait, terutama Pemerintah Daerah dalam penyederhanaan perizinan serta penyediaan lahan,” jelasnya.

Artikel Terkait

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas  300 Metrik Ton Per Hari

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA) mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI) dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (CO₂) di Bontang, Kalimantan Timur. Fasilitas ini diresmikan pada 22 Oktober 2026 yang memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari. TRIPATRA menjalankan

By Egenius Soda
PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin