Tahun Depan DMO Batu Bara Tak Sampai 60 Persen

Tahun Depan DMO Batu Bara Tak Sampai 60 Persen

Jakarta-TAMBANG. Presiden Joko Widodo mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk memprioritaskan penggunaan batu bara bagi kebutuhan dalam negeri. Jokowi meminta di tahun 2015 ada peningkatan jumlah penggunaan dalam negeri (DMO) menjadi 60% dari total produksi nasional.

Direktur Pembinaan Program Minerba, Kementerian ESDM, Retno Damayanti pesimis bila harus memenuhi target Presiden sebesar 60% penggunaan dalam negeri. Pasalnya, saat ini pasar dalam negeri baru bisa mencapai 20% dari total produksi. Target yang ditetapkan Presiden, kata Retno, sinergis dengan proyek pembangunan pembangkit listrik sebesar 35.000 MW.

“Tapi kan infrastrukturnya masih belum ada bila harus tahun depan. Namun kita akan tetap targetkan ada kenaikan minimal naik 5 persen lebih tinggi sambil menjaga kuota ekspor agar proyek pembangkit nanti juga kebagian,” ungkap Retno di Kantor Ditjen Minerba, Senin (8/12).

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Batubara Indonesia (APBI), Bob Kamandanu mengatakan bagi pelaku usaha berapapun jumlah DMO yang ditetapkan pemerintah akan selalu cukup. Sebagai produsen, harga jual ekspor ataupun di dalam negeri tidak terlalu berbeda jauh.

“Harganya tidak jauh beda malah di kondisi tertentu harga lokal lebih baik dari harga luar,” ungkap Bob.

Bob juga mengomentari perihal kebijakan eksportir terdaftar yang diterapkan pemerintah pada November lalu. Menurutnya, bila ET diterapkan untuk memberantas ilegal mining tak masalah tapi jangan sampai membunuh industri di dalam negeri. Seperti diketahui, pemerintah menerapkan kebijakan ET untuk mengontrol kuota batu bara yang akan dieskpor agar tidak tereksploitasi secara berlebihan.

Artikel Terkait

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin