Target Produksi Dipangkas, Komisi XII DPR RI Usulkan Porsi DMO Batu Bara Naik Menjadi 30%

Target Produksi Dipangkas, Komisi XII DPR RI Usulkan Porsi DMO Batu Bara Naik Menjadi 30%

Jakarta, TAMBANG – Komisi XII DPR RI mengusulkan peningkatan porsi Domestic Market Obligation (DMO) batu bara menjadi 30%, seiring dengan rencana pemangkasan target produksi sekitar 600 juta ton pada 2026.

“Kita sepakat mendukung pembatasan produksi batu bara di angka 600 juta ton, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dalam negeri. Porsi DMO yang selama ini 25% dapat ditingkatkan menjadi 30%,” ujar Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar dalam Rapat Kerja bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Jumat (23/1).

Kata Gunhar, kebijakan ini juga perlu disertai dengan batas waktu yang jelas. Pemerintah tidak bisa terus-menerus “bermain” pada penyesuaian harga yang bergantung pada dinamika harga global tanpa strategi yang terukur.

“Dan ini pun harus punya batas waktu. Berapa lama kita bermain terkait harga dengan harga-harga di tingkat global. Itu kita strategi,” bebernya.

Menteri ESDM, Bahlil pun sejatinya setuju dengan usulan kenaikan porsi DMO batu bara tersebut. Bagi Bahlil, kebutuhan di dalam negeri baik untuk kelistrikan, industri pupuk, industri semen dan bahkan smelter harus terpenuhi  terlebih dahulu, baru kemudian bisa melakukan ekspor.

“Stok di dalam negeri harus cukup, baik smelter, semen, pupuk maupun PLN. Sehingga apa, kita ini mewakili rakyat RI, bukan mewakili rakyat di dunia sana supaya tujuan kita bisa kita lakukan. Jadi menurut saya, DMO tidak usah dibatas. Kalau memang masih kurang, kita naikkan lagi,” jelas Bahlil dalam kesempatan yang sama.

Jauh sebelum ini, Ketua Indonesia Mining & Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo menilai wacana kenaikan porsi DMO batu bara merupakan hal yang wajar. Dengan catatan apabila target produksi nasional dipangkas, sementara kebutuhan dalam negeri tetap bahkan meningkat.

“Dengan otomatis penurunan produksi, demand tetap, secara persentase, DMO itu kan cuma sekadar menghitung antara demand dibagi produksi, otomatis persentasenya jadi naik,” ungkap Ketua IMEF, Singgih Widagdo pertengahan November 2025.

Kata dia, jika porsi DMO dinaikkan, maka secara otomatis pelaku usaha akan membatasi ekspor mereka. Karena itu, perusahaan saat ini harus menghitung kembali proyeksi ekspor karena kewajiban pemenuhan DMO tidak bisa ditawar.

“Tinggal pelaku usaha akhirnya membatasi ekspornya. Kesimpulannya satu, bahwa perusahaan sekarang menghitung progress ekspor seperti apa, dmo harus dipenuhi,” ucap dia.

Artikel Terkait

Antam Resourcindo–Tanjung Alam Jaya Tanam 1.000 Pohon dalam Gerakan Tobat Ekologis Nasional

Antam Resourcindo–Tanjung Alam Jaya Tanam 1.000 Pohon dalam Gerakan Tobat Ekologis Nasional

Jakarta, TAMBANG — PT Antam Resourcindo (RESOURCES ID) bersama PT Tanjung Alam Jaya (PT TAJ) berkolaborasi melaksanakan Gerakan Tobat Ekologis Nasional melalui program 1000 Pohon untuk Negeri yang diinisiasi oleh RESOURCES ID diwilayah konsesi PKP2B PT TAJ. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta mendorong

By Rian Wahyuddin
Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Pertamina Diminta Tambah Armada Perkuat Distribusi ke Daerah

Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Pertamina Diminta Tambah Armada Perkuat Distribusi ke Daerah

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Pemerintah kini memusatkan perhatian pada perbaikan jalur distribusi ke berbagai daerah, termasuk Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Hal itu disampaikan

By Rian Wahyuddin
PAMA Perkuat Edukasi Gizi Keluarga untuk Dukung Tumbuh Kembang Balita di Jatinegara

PAMA Perkuat Edukasi Gizi Keluarga untuk Dukung Tumbuh Kembang Balita di Jatinegara

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Ibu Balita bertema “Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Status Gizi Masyarakat melalui Pendekatan Keluarga” di Kelurahan Jatinegara, Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Peak

By Rian Wahyuddin