Teknologi 3D Particle Size Measurement, Inovasi AMMAN Untuk Efisiensi Operasi
Jakarta,TAMBANG,- Setiap hari, hampir 100.000 ton bijih hasil penambangan mengalir menuju pabrik pengolahan (processing plant) tambang Batu Hijau yang dioperasikan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Di balik proses besar tersebut, terdapat satu hal yang menjadi kunci keberhasilan operasional yakni memastikan setiap material yang masuk ke pabrik dapat diproses dengan aman, lancar, dan efisien.
Tugas inilah yang menjadi perhatian Victor, Achmad, dan tim Metallurgi AMMAN. Mereka terus memantau aliran material yang bergerak melalui fasilitas ban berjalan (conveyor) menuju SAG Mill. SAG Mill sendiri tidak lain mesin penggiling raksasa yang berperan penting dalam mengubah batuan bijih menjadi partikel yang lebih halus sebelum memasuki proses pemisahan mineral.
Namun kadang dalam proses aliran bijih tersebut terdapat objek berukuran ekstrem (oversize objects) atau material asing non-batuan yang ikut terbawa dari area tambang. Jika tidak terdeteksi lebih awal, material tersebut berpotensi mengganggu aliran bijih menuju SAG Mill dan memengaruhi kelancaran proses pengolahan.
Melihat Lebih Jelas dengan Teknologi Laser 3D
Sebelumnya, pemantauan aliran material mengandalkan sistem kamera dua dimensi (2D). Meski efektif, sistem ini memiliki keterbatasan visual dalam membedakan objek ketika kondisi pencahayaan berubah atau ketika material memiliki warna dan tekstur yang serupa.
Berangkat dari tantangan tersebut, tim AMMAN mengembangkan pendekatan yang lebih presisi melalui penerapan teknologi 3D Particle Size Measurement (3DPM) berbasis laser triangulation. Teknologi ini dipasang di jalur conveyor sebelum material memasuki SAG Mill. Dengan memanfaatkan pemindaian laser tiga dimensi secara real-time, sistem mampu mengukur bentuk, ukuran, dan volume objek secara lebih akurat dibandingkan metode konvensional.
Hasilnya, objek yang berpotensi mengganggu proses dapat teridentifikasi lebih dini sehingga operator memiliki waktu yang cukup untuk melakukan tindakan pencegahan.
Presisi yang Menghasilkan Efisiensi
Penerapan teknologi 3DPM memberikan visibilitas yang lebih baik bagi operator dalam memantau kondisi material yang masuk ke pabrik. Informasi yang lebih akurat memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Manfaat lain tentu akan membantu mengurangi potensi gangguan operasional.
Selain meningkatkan keandalan proses, teknologi ini juga mendukung kelancaran aliran material di pabrik pengolahan sehingga ritme produksi dapat terjaga lebih konsisten.
Bagi Victor, inovasi ini merupakan contoh nyata bagaimana budaya perusahaan mendorong karyawan untuk terus mencari solusi yang relevan dengan tantangan operasional sehari-hari.
“Implementasi teknologi 3DPM menunjukkan bagaimana inovasi dapat lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami tidak hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga mengembangkannya agar sesuai dengan kondisi operasional kami. Hasilnya adalah proses yang lebih andal, efisien, dan mampu mendukung pengelolaan risiko operasional yang lebih baik,” terang Victor.
Inovasi ini menjadi salah satu contoh komitmen AMMAN dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keunggulan operasional sekaligus mendukung praktik pertambangan yang semakin modern, aman, dan berkelanjutan. Dengan kapasitas 100.000 ton bijih hasil yang masuk pabrik pengolahan (processing plant) tambang Batu Hijau butuh dukungan teknologi.
Melihat Lebih Jelas dengan Teknologi Laser 3D
Sebagaimana diketahui, sebelumnya pemantauan aliran material masih mengandalkan sistem kamera dua dimensi (2D). Meski efektif, sistem ini memiliki keterbatasan visual dalam membedakan objek. Lebih khusus lagi ketika kondisi pencahayaan berubah atau ketika material memiliki warna dan tekstur yang serupa.
Berangkat dari tantangan tersebut, tim AMMAN mengembangkan pendekatan yang lebih presisi melalui penerapan teknologi 3D Particle Size Measurement (3DPM) berbasis laser triangulation. Teknologi ini dipasang di jalur conveyor sebelum material memasuki SAG Mill.
Dengan memanfaatkan pemindaian laser tiga dimensi secara real-time, sistem mampu mengukur bentuk, ukuran, dan volume objek secara lebih akurat dibandingkan metode konvensional. Hasilnya, objek yang berpotensi mengganggu proses dapat teridentifikasi lebih dini sehingga operator memiliki waktu yang cukup untuk melakukan tindakan pencegahan.